HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

07 Agustus 2007

Dirjen ESDM Bandingkan Pemerintah dengan Kambing


Pernyataan Dirjen Batu-bara, Mineral dan Panas Bu-mi di Kementerian Energi Sum-ber Daya Mineral (ESDM), Dr Simon Sembiring, terkait penolakan Pemprop Sulut atas pengoperasian PT Mea-res Soputan Mining (MSM), mengundang sorotan. Pasal-nya, ilustrasi yang dilontar-kan Sembiring terkesan melecehkan pemprop dan menyudutkan Gubernur Su-lut, Drs SH Sarundajang. 

Seperti diketahui, dalam se-minar berskala nasional yang membahas ‘’Mining, Envi-ronment and People Welfare’’ di Kampus Unsrat Senin (06/08) kemarin, Sembiring me-lontarkan ilustrasi yang mem-bandingkan pemerintah (daerah) dengan seekor kam-bing terkait persoalan PT MSM. “Kambing saja dapat diajak kerjasama, kenapa pemerin-tah (daerah) tidak dapat bekerjasama,’’ ungkap Sembi-ring yang sempat membuat pe-serta yang hadir terperangah.
Penasaran dengan pernya-taan tersebut, wartawan ke-mudian mengkonfirmasi mak-sud dari pernyataan Sembi-ring tersebut. Orang dekat Menteri ESDM ini pun berki-lah dengan mengatakan, agar wartawan jangan salah meng-artikan ilustrasi yang telah disampaikannya. “Itu kan ilus-trasi, saya mengatakan ke-napa pemerintah tidak dapat diajak kerjasama. Jadi jangan ditangkap kambingnya dong. Harusnya persoalan PT MSM ini kita tanggapi dengan ke-pala dingin saja. Kalau ada kurangnya, lakukanlah studi. Sebab mining ini kan meru-pakan scientific approach. Dan perlu di ketahui di dunia ini, akan selalu ada pro dan kontra,” ungkap Sembiring.
Selanjutnya menyangkut perkembangan operasional PT MSM, Sembiring mengatakan bahwa sejauh ini, presiden memang belum menyampai-kan rekomendasinya. “Sam-pai sejauh ini presiden belum memberikan rekomendasi,” kuncinya. Sementara itu, Gu-bernur Drs SH Sarundajang yang tak sempat hadir karena harus menemui sejumlah ca-lon duta besar, ketika mende-ngar laporan pernyataan Sembiring, justru menang-gapinya secara arif. 
“Yah, saya juga telah men-dengar hal itu. Seharusnya sebagai seorang pejabat eselon satu, tidak melontar-kan kalimat seperti itu. Mes-tinya ada take control. Me-mang ini sudah pelecehan, tapi saya tidak hadir dalam kesempatan itu,” kata Sarun-dajang yang sudah menerima informasi tersebut sebelum dikonfirmasi wartawan. 
Gubernur sendiri tetap ko-mitmen dengan sikapnya me-nolak investasi yang tidak ramah lingkungan. Dan itu juga telah disampaikan di hadapan 11 calon duta besar yang ditemuinya, bahwa un-tuk izin operasional PT MSM, Kementerian ESDM terlalu memaksakan kehendaknya. “Jika ada pejabat yang sudah mengambil sikap seperti ini, maka rusaklah tatanan peme-rintahan. Di Sulut ini memang kaya sumber daya mineral. Dan salah satunya adalah yang akan dioperasionalkan oleh PT MSM. Jauh-jauh hari, operasional perusahaan ini sudah saya tolak, dengan pertimbangan demi kelang-sungan lingkungan hidup. Perlu diketahui, peninsula Sulut ini sangat sempit dan topografinya tidak menun-jang. Jadi jika perusahaan ini beroperasi di daerah yang rawan gempa, siapa yang akan menjamin jika tailing sebagai pengolahan limbah di darat ini tidak akan jebol,” tutur Sarundajang. 
Bukan hanya itu, di depan para calon dubes, Sarunda-jang juga mengatakan bahwa di bawah rumah-rumah pen-duduk ini terdapat kandungan emas yang sangat banyak. “Jadi apakah dengan kondisi ini lantas dilakukan pengga-lian? Saya tidak menolak investasi, tetapi yang saya inginkan adalah yang ramah lingkungan,” tambahnya. 
Sementara itu, seorang pakar lingkungan yang sempat hadir dalam seminar di Unsrat me-ngaku kecewa dengan pernya-taan Sembiring. “Saya sangat prihatin dengan kalimat yang disampaikan oleh Deputi Men-teri ESDM. Ini sudah keterla-luan,” tutur Wiske Rotinsulu.
Sebelumnya, Wakil Guber-nur Sulut, Freddy Harry Sua-lang yang sempat membuka seminar dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Sulut sedang melaksanakan program prioritas seperti per-tanian, peternakan, perke-bunan dan perikanan yang mendukung kegiatan pariwi-sata yang dalam pelaksana-annya akan memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya yang dapat diperbarui. 
“Tetapi perlu juga diketahui bahwa kita juga memiliki sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Seperti eks-ploitasi sumber daya alam yang memiliki risiko yang sa-ngat besar terhadap kelang-sungan lingkungan hidup maupun kesehatan masya-rakat,” ujarnya sambil berha-rap agar seminar ini dapat menghasilkan pemikiran yang cerdas untuk dikontribusikan bagi rencana pembangunan yang akan datang.(eda)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin