|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
07 Agustus 2007
|
|
Rekaman Asli Indonesia Raya
Ternyata Ada Juga di Tomohon
|
Rekaman lagu Indonesia Raya yang disebut-sebut asli dalam versi tiga stanza yang diklaim Roy Suryo sebagai temuannya, ternyata bukan sesuatu hal yang baru. Pasalnya, rekaman Lagu In-donesia Raya tersebut sudah beredar di Sulut.
Buktinya, rekaman lagu yang ditulis Wage Rudolf Supratman itu juga ikut dikoleksi di Perpustakaan Minahasa Ds AZR Wenas di Kakaskasen III, Tomohon Utara. Menurut Boudewijn Talumewo, staf perpustakaan ketika dihubungi Komentar mengaku, video tersebut didapatnya dari temannya kira-kira bulan Juni 2007.
Sedangkan temannya itu sudah memiliki video tersebut sekitar bulan November 2006 silam. Selain film dokumenter lagu Indonesia Raya, terdapat juga film klip dokumenter propaganda Belanda dan Jepang masa Perang Dunia I yang sudah disalin ke DVD.
Informasi yang diperoleh dari Jakarta, Rekaman lagu Indonesia Raya versi tiga stanza yang diklaim Roy Suryo sebagai temuannya, ternyata bukan ‘barang’ baru juga. Film dokumenter yang sama telah tersimpan di Arsip Nasional sejak 24 tahun lalu.
“Apa yang ditemukan Roy Suryo bukan hal baru. Sudah diarsipkan di Arsip Nasional pada 1983 atas kerjasama Pemerintah RI dan Belanda,” kata Mensesneg Hatta Rajasa di Kantor Setneg, Jakarta, Senin (06/08).
Hatta membenarkan lagu Indonesia Raya versi tiga stanza adalah otentik dan kredibel. Tapi ia mengingat-kan bahwa versi tersebut ti-dak mempunyai legalitas se-bagai lagu kebangsaan.
Lagu Indonesia Raya yang menjadi lagu kebangsaan adalah versi satu stanza yang selama ini masyarakat nya-nyikan. Dasar hukumnya adalah PP No 44/1958 ten-tang Lagu Kebangsaan yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno. “Di situ ditetapkan nada, irama, gubahan, peng-iring dan penggunaannya. Partiturnya ada, persis sama dengan yang kita nyanyikan selama ini,” sambung Hatta. Sementara Wapres Jusuf Kalla menilai, rekaman lagu itu lebih identik dengan propaganda Jepang waktu itu.(did/zal)
|
|