|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
27 Agustus 2007
|
|
Kandidat dari unsur wanita mulai berani maju
Suksesi Unsrat “Termarak’’
|
Suksesi Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kali ini diperkirakan akan menjadi “termarak’’ dibanding periode-periode sebelumnya. Ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah anggota panitia serta para kandidat yang siap bertarung di pilrek (Pemilihan Rektor).
Di samping itu, calon dari unsur wanita juga mulai be-rani untuk maju bertarung.
Soal banyaknya anggota panitia pemilihan rektor (Pilrek), diakui Rektor Unsrat Prof Dr Lucky Winston Son-dakh MEc. Dia mengharap-kan, bisa adanya keterwa-kilan dari semua fakultas di dalam panitia pemilihan. Ini untuk menjamin fairness dalam pilrek. ‘’Jumlahnya se-kitar 13 orang di kepanitia-an, diharapkan setiap fakul-tas bisa terwakili,’’ ungkap Prof Sondakh ketika dihu-bungi via telepon, tadi (26/08) malam.
Sedangkan seorang akade-misi yang masih merahasia-kan namanya mengatakan, SK kepanitiaan akan diterima dalam waktu dekat ini. ‘’Draf SK-nya sudah ada, tinggal diteken dan dibagikan saya dengar,’’ kata akademisi yang mengatakan, kemungkinan namanya ikut dalam kepani-tian dimaksud. Hal ini dibe-narkan Rektor Prof Sondakh. ‘’Sepulang saya dari Jakarta, akan segera saya selesaikan. Yang pasti 5 Oktober nanti, nama-nama calon terpilih sudah dikirim ke Jakarta,’’ kata Prof Sondakh.
Juru Bicara Rektor Unsrat, Daniel Pangemanan menam-bahkan, keputusan SK Pani-tia Pilrek Unsrat akan keluar 1 September 2007. Seiring keluarnya SK tersebut, pa-nitia langsung menggelar ra-pat menyusun agenda proses penjaringan, pendaftaran hingga pemilihan. “Jadi bulan September 2007 didahului tahapan penjaringan, kemu-dian Oktober 2007 sudah ada penetapan calon rektor, dilanjutkan dengan agenda pemilihan rektor. Awal hingga pertengahan Oktober nanti sudah ada hasil pemilihan Rektor Unsrat yang nantinya dikirim ke pusat,” terangnya.
Pilrek kali ini memang cu-kup menarik. Apalagi banyak nama akademisi berkualitas yang berhembus ke permu-kaan, termasuk dari kalangan wanita. ‘’Pilrek kali ini akan lebih menarik, karena banyak kandidat yang dengar-dengar siap maju. Bahkan beberapa di antaranya dari unsur wa-nita. Dulu, kalangan wanita kurang berani untuk maju,’’ ungkap seorang akademisi Unsrat yang nantinya akan bertindak sebagai salah se-orang panitia pilrek.
Ini terjadi karena Prof Son-dakh tidak bisa mencalonkan diri lagi. Sumber mengatakan, dalam tiga periode terakhir, pertarungan rektor di Unsrat hanya didominasi akademisi senior, yang dimulai dari per-tarungan Prof Paruntu dan Prof Sondakh. ‘’Itu yang me-nyebabkan yang lainnya ma-sih enggan maju. Kini eranya Prof Paruntu dan Sondakh sudah tamat, maka banyak kandidat akan maju di perio-de ini, malah wanita pun su-dah berani’’ katanya.
Dari catatan yang diperoleh koran ini, sedikitnya ada tiga srikandi yang kemungkinan akan bertarung di pilrek kali ini. Mereka adalah Dekan Fakultas Teknik Prof Dr Ir Ellen Kumaat MSc DEA, Dekan Fakultas Kedokteran Prof Dr Sarah Warouw, dan Dekan Fakultas Ekonomi Dra Lootje Kawet MS.
Soal adanya kandidat dari unsur wanita ini, disambut positif Prof Sondakh. ‘’Kenapa tidak? Itu sah-sah saja. Siapa pun dia, yang penting adalah bagaimana membawa Unsrat ke depan lebih baik,’’ kata ayah dari anggota DPR RI, Angelina Sondakh ini. Dita-nya soal isu ‘’putera mah-kota’’, Prof Sondakh memban-tahnya. ‘’Kita ini bukan orang politik, biarlah semua berpro-ses secara fair,’’ katanya.
Majunya nama Prof Kumaat, disebut-sebut bisa menjadi kuda hitam yang pantas diper-hitungkan. Selain terbilang berani dalam menyampaikan hal-hal demi kebaikan Unsrat, guru besar jebolan Institut Na-tional des Sciences Appliquees (Prancis) ini diharapkan bisa membawa pembaruan bagi Un-srat ke depan yang lebih baik. Hal ini turut diakui sejumlah guru besar Unsrat. ‘’Kandidat wanita banyak yang bagus-bagus, dan siap maju. Ini suatu kemajuan,’’ aku Prof Dr Ir Bernhard Tulung DEA kepada koran ini, tadi malam.
Ketika ditanyai siapa calon wanita yang paling ideal, Tu-lung melihat nama Dekan Fakultas Teknik pantas diper-hitungkan. ‘’Reputasi akade-mik dan riset-riset nasional dan internasionalnya bagus. Dekan Teknik itu memang pantas untuk diusung,’’ ung-kap Prof Tulung.
Selain itu, diakui Tulung, Prof Kumaat masih tergolong muda tapi sudah memiliki tingkat akademis yang leng-kap. Dia juga melihat, univer-sitas setenar UI saja, ‘berani’ memiliki rektor yang berusia muda, yakni 44 tahun. ‘’Jadi memang saatnya yang muda-muda dengan kemampuan akademis yang bagus untuk maju,’’ supportnya.
Sementara Prof Ellen Kuma-at ketika dihubungi menya-takan kesiapannya untuk ma-ju. ‘’Saya siap kalau memang diusung,’’ ungkap guru besar kelahiran tahun 1960 ini. Pada bagian lain, untuk kandidat dari unsur pria, nama Dr Do-nald Rumokoy SH (Dekan Fa-kultas Hukum), cukup diper-hitungkan dalam pertarungan pilrek mendatang.(irv/rik)
|
|