|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
27 Agustus 2007
|
|
Enjoy Jelang Akhiri
Masa Jabatan Rektor
|
KETIKA tidak ada lagi tan-jakan yang harus dinaiki, ma-ka siap-siaplah kita untuk menuruninya. Jika belum siap, bukan tidak mungkin ja-lan menurun, akan lebih sulit dibandingkan ketika kita me-nanjakinya. Bagi Prof Dr Ir Lucky Winston Sondakh MEc, jalan menurun siap dinik-matinya, setelah empat tahun berada di singgasana rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
“Saya sekarang ini enjoy untuk menuruni gunung setelah berada di puncak dan melewati sejumlah badai,’’ aku putera Kanonang yang dilantik sebagai Rektor Unsrat 5 Desember, empat tahun silam (2003). Lalu kemana setelah ini? Kembali ke basic sebagai pengajar dan peneliti? Atau ada target di lahan politik lainnya?
Menjawabnya, lagi-lagi Prof Sondakh menggunakan kali-mat bersayap nan puitis. ‘’Saya enjoy menuruni gunung un-tuk nantinya menuju lembah-lembah permai,’’ tutur adik kandung (alm) Drs Adolf Sondakh, mantan Gubernur Sulut. Sambil bertutur, nada bicara Prof Sondakh dari balik handphone memang terde-ngar lagi senang-senangnya. Tak heran tawa renyah kerap mengiringi kalimatnya.
Merasa penasaran tidak mendapatkan jawaban stright to point, wartawan koran ini kembali menyodok dengan pertanyaan spesifik, soal ke-mungkinan beralih ke dunia politik, mengikuti sang kakak (alm) Drs Adolf Sondakh. Tapi dengan nada diplomatis, Prof Sondakh hanya mengatakan, semuanya tergantung ren-cana Tuhan baginya.
‘’Jika Tuhan sudah ator, se-mua pasti dijalani. Jadi Kum-tua Kanonang pun jadi, dan pasti saya jalani. Apalagi yang perlu saya cari?’’ aku guru be-sar Unsrat yang hobi bermain golf. Baginya golf adalah sara-na olahraga untuk menjaga keseimbangan hidup. Selain itu, golf adalah olahraga yang lebih memungkinkan bagi pria seumurnya. ‘’Dulu tenis, tapi itu sudah tidak sesuai untuk umur,’’ katanya.(rik)
|
|