|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Otonomi dan Suksesi |
27 Agustus 2007
|
|
Juga bila MK kabulkan gugatannya
Toar Tegaskan Sikap tak akan Maju Dalam Pilkada
|
Ketua Partai Golkar (PG) Mina-hasa Tenggara, Toar Samuel Tangkau SE, menegaskan bah-wa dirinya tak akan maju dalam Pilkada Mitra yang akan digelar 2008 mendatang. Kepada se-jumlah wartawan yang mewa-wancarainya, Minggu (26/08) ke-marin, Toar menyebut, ia lebih memilih untuk terlebih dahulu membesarkan PG Mitra yang ia pimpin, dan memberi kesem-patan kepada kader lain untuk pilkada.
“Secara pribadi, saya mene-gaskan untuk tidak akan maju dalam Pilkada di Mitra, baik seba-gai calon bupati maupun calon wakil bupati. Ini murni keputusan pribadi karena saya lebih memilih untuk membesarkan partai,” ujarnya.
Diungkapkan Tangkau, keputus-an untuk tidak akan maju dalam Pilkada Mitra, sudah bulat, dan tak akan terpengaruh dengan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap usia peserta Pilka-da yang dibatasi 30 tahun ke atas. “Apapun keputusan MK, saya tetap pada keputusan untuk tidak bersedia dicalonkan,” katanya.
Menurut Toar, selain tekad untuk lebih dulu membesarkan PG, ia juga masih sangat sering disi-bukkan dengan usahanya yang membutuhkan juga perhatian. “Saya tidak mau hanya sekadar ambisi menjadi Bupati, namun dalam tugas-tugasnya konsen-trasi terbagi. Karena itu saya berpikir, belum tepat bagi saya untuk maju dalam Pilkada di Mitra,” tukasnya.
Ditanya tentang siapa yang akan diusung PG untuk Pilkada men-datang kalau dirinya tak akan ma-ju, secara diplomatis Toar menja-wab, siapa pun itu, harus me-ngikuti aturan dan mekanisme partai, yang antara lain harus me-lalui survei LSI dan Konvensi. Kendati begitu, Tangkau yang di-dampingi Sekretaris PG Mitra, Veppy Rambi, sempat menyebut beberapa nama, baik dari intern PG maupun di luar PG, yang me-nurutnya sudah menjalin komu-nikasi dengan PG.
Beberapa nama tersebut menu-rut Toar antara lain Anatje Mawu Pondaag, Vanny Kaparang, dan Tjelly Tjangkulung. Sedangkan dari luar PG yakni Jeffrey Johanes Massie (JJM), Jermia Damongi-lala, Elvi Watuseke, NJ Usoh, dan Albert Tangel.
Ditanya tentang kemungkinan koalisi dengan partai lain, menurut Toar, segala kemungkinan tetap terbuka. Hanya saja, ditegaskan-nya, sebagai pemenang pemilu di Mitra, PG membidik papan satu. “Jadi sudah harga mati bahwa yang torang bidik tentu kursi Bu-pati,” tegasnya.
Pada bagian lain, sedikit Toar menjelaskan soal perkembangan gugatannya di MK, di mana saat ini sudah memasuki sidang ketiga. Toar mengklarifikasi bahwa gu-gatannya ini bukan semata-mata karena ambisi mencalonkan diri, tetapi murni menggugat pe-masungan hak demokrasi di negeri ini.(ftj)
|
|