CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

28 Agustus 2007

Habis Sensasi Terbitlah Gelap(1)
Oleh: Elizabeth Chandra

 IKUTI BERITA LAIN

Rencana Lokal Melawan Global Warming(1)
Oleh: Meydi Tinangon SSi

SURAT PEMBACA

Surat Terbuka Buat Kadishubtel Kabupaten Minahasa Utara

 COMMENTAREN

Dicari: Rektor Unsrat

 
Baru-baru ini ada kejadian sensasional di Manado. Seorang ayah menebas tewas balitanya dengan parang, kemudian membawanya ke altar gereja dekat rumah. Kesadisannya membuat kepala pening membaca beritanya, tapi saya juga prihatin pada retorika psychoreligious yang muncul sesudahnya. 

Sebelum dilakukan diagnosis psikologis pada si ayah, bebera-pa pendeta telah angkat bicara. Ini yang namanya kuasa setan, kata satu pendeta, si pembu-nuh telah kerasukan ajaran se-tan. Si pelaku telah dikuasai iblis, kata pendeta yang lain, iblis telah memakai si ayah untuk membunuh anaknya sendiri.
Retorika seperti ini membawa kita kembali ke abad 17 saat sa-ins masih belum berkembang dan berbagai fenomena biologis dijelaskan dalam wacana religi. Orang-orang yang sakit atau mengalami gangguan mental di-anggap sebagai kerasukan roh jahat. Untuk menyembuhkan mereka, pendeta-pendeta za-man dulu melakukan eksorsis-me untuk mengusir setan yang merasuk. Berbagai gejala pe-nyakit mental seperti psikosis, histeria, mania, gangguan di-sosiatif, halusinasi bahkan epi-lepsi pada waktu itu dikategori-kan sebagai kerasukan setan dan guna-guna. 
Untunglah muncul orang-orang skeptis yang mencari ja-lan keluar lewat sains. Mereka ini adalah filsuf dan kemudian ilmuwan (ada masanya di mana “scientists” tak dibedakan dari “philosophers”). Bukan apa-apa, wacana yang ditawarkan gereja waktu itu hanya mem-bawa ke jalan buntu. Bayang-kan kalau peradaban manusia masih tertahan pada kondisi itu, obat diare pun mungkin kita belum punya sekarang. 
Para skeptis mengatakan, wa-cana “witchcraft” (guna-guna) dan “demonic possession” (ke-rasukan) yang dikembangkan oleh gereja pada zaman itu, se-benarnya justru menguntung-kan para pendeta untuk meng-gelembungkan pengaruhnya. “Witchcraft” adalah pupuk untuk membentuk apa yang oleh filsuf Thomas Hobbes di-sebut sebagai “priestcraft.” Demonologi (hal-hal yang ber-kaitan dengan iblis) dan eksor-sisme memastikan bahwa, orang akan terus terpesona pada kekuasaan gerejawi, bukan pada otoritas sekuler. 
Dengan alasan yang sama, retorika ajaran setan dan ke-rasukan iblis yang dikemuka-kan pendeta-pendeta di Ma-nado baru-baru ini, tidak me-nawarkan jalan keluar atau-pun langkah curative (pe-nyembuhan). 
Bahkan terkesan self-ser-ving atau demi kepentingan diri sendiri. Karena ujung-ujungnya adalah pesan untuk mendekatkan diri pada Tuhan, yang dalam hal ini berarti harus lebih dekat dan setia pada gereja, serta patuh pada pendeta.(bersambung) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin