|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
29 Agustus 2007
|
|
Komplotan Pencuri
Susu Dibekuk di Manado
|
Naiknya harga susu di pa-saran, membuat tingkat kri-minalitas terhadap aksi pen-curian susu meningkat bah-kan ‘menasional’. Bahkan pe-lakunya tak sungkan-sung-kan menggunakan transpor-tasi udara untuk menjangkau daerah sasaran. Buktinya, sekelompok pencuri susu asal Makassar, berhasil dibekuk kepolisian Sulut ketika beraksi di sejumlah supermarket di Manado.
Kasus ini disebut menasional, karena para komplotan yang kerap dijuluki pencuri ber-‘longdress’ ini, turut juga melan-carkan aksi di Jakarta dan kota besar lainnya. Di Manado, aksi mereka nyaris berhasil, karena telah berhasil mencuri ribuan susu kaleng dan dos dari berba-gai merek yang nilainya menca-pai ratusan juta, bahkan milia-ran.
Lalu bagaimana sampai ter-kuak? Ini diawali razia yang di-lakukan Polsek Wenang di se-jumlah pusat perbelanjaan di Kota Manado, Senin (27/08) lalu. Menurut penjelasan yang diperoleh sejumlah wartawan dari Kapolsek Wenang IPTU F Fajar melalui Kanit Reskrimnya Rivo Malonda SE, terungkapnya penjahat ‘longdress’ ini bermula ketika polisi mendapatkan informasi dari sejumlah petugas Multimart yang mencurigai aksi sejumlah warga dari luar Sulut yang berada di pusat perbe-lanjaan tersebut.
Setelah mendapatkan infor-masi tersebut, satu tim polisi yang dipimpin langsung Malon-da terjun ke Multimart. Sekitar pukul 21.30 Wita, polisi men-curigai seorang pria ‘asing’ yang keluar dari Multimart karena menggunakan celana yang agak longgar (longdress) namun se-dikit membumbung.
Setelah memastikan orang tersebut tengah membawa se-jumlah bungkus susu di dalam celananya, polisi langsung men-cegat dan menahan pria terse-but dan mengamankannya. Dan terbukti, di dalam celana-nya ditemukan sejumlah bung-kusan susu dalam berbagai merk. Setelah diinterogasi ak-hirnya pria ‘asing’ yang me-ngaku bernama Halim (21) dan berasal dari Makassar itu, mengakui perbuatannya.
Tak sampai di situ, Polisi pun terus menginterogasi Halim untuk mengetahui anggota komplotannya yang lain. Dari Halim akhirnya Polisi menge-tahui sejumlah tersangka lain-nya. Halim juga menyebutkan Leni (21) istrinya, ikut dalam aksi dan sedang berada di Swalayan Jumbo. Polisi pun langsung bergerak dan me-nangkap Leni.
Saat tertangkap, Leni meng-gunakan pakaian panjang (longdress, red) yang di dalam pakaian tersebut ditemukan sejumlah bungkusan susu.
Setelah dicecar sejumlah per-tanyaan, suami-istri ini pun mengakui ada sejumlah anggota komplotan lain yang tengah melakukan pencurian susu, dan rencananya akan datang ke Jumbo bersama sebuah kenda-raan. Dan ternyata benar, se-lang beberapa saat, anggota komplotan lain pun datang di antaranya Andika (13), Farida (44), Rohani (42) dan Daeng Bato (47) yang membawa mobil Avansa bernomor polisi 4927 AF. Tanpa perlawanan, akhir-nya para komplotan ini berhasil dibekuk dan diamankan polisi.
Dari para pencuri yang datang ini ditemukan sejumlah bung-kusan susu dari berbagai merk yang disimpan dalam celana dan baju panjangnya. Bahkan dalam kendaraan yang dike-mudikan Daeng Bato tersebut ditemukan dua karung yang berisikan susu berbagai merk.
Setelah interogasi, Halim cs mengaku telah mencuri ribuan susu berbentuk bungkusan dan kaleng dan itu disimpan di salah satu kamar Hotel Bersehati, di Kelurahan Lawangirung II, Kecamatan Wenang, Manado.
Mendapat informasi ini, polisi pun langsung menuju hotel tersebut bersama Halim cs. Pihak hotel sempat terkejut dengan kedatangan para polisi. Namun setelah dijelaskan, akhirnya pihak hotel mengizin-kan polisi menggeledah kamar nomor 203 yang menjadi tempat menginap Halim cs. Awalnya, Halim cs berusaha mengelabui polisi dengan menunjuk kamar 203 yang di dalamnya hanya ada pakaian milik Halim cs. Polisi tak langsung memper-cayainya dan langsung mengge-ledah kamar nomor 204 yang ada disampingnya. Dan ternya-ta di kamar tersebut ditemukan ratusan bungkusan dan kaleng susu. Bahkan Halim cs pun me-ngaku, sebagian hasil curiannya sudah dikirim ke Makassar, sehingga ditaksir berjumlah ribuan bungkusan dan kaleng susu yang nilainya bisa ratusan juta bahkan miliaran.
Sedangkan teman Halim, Farida dan Rohani, mengaku baru empat hari di Manado. Sedangkan Halim, Leni dan Daeng Bato sudah dua minggu beroperasi di Manado. Sayang-nya, dua orang wanita dalam komplotan ini yang merupakan otak pencurian, berhasil melarikan diri. Namun pihak Polsek Wenang menyatakan akan tetap melakukan pen-carian terhadap kedua pelaku tersebut.(imo)
|
|