|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
30 Agustus 2007
|
|
Buntut pemukulan wasit asal Sulut
Menpora Restui Boikot Malaysia
|
Buntut insiden pemukulan wasit karate Indonesia asal Sulut, Donald Peter Luther Kolopita oleh empat polisi Ma-laysia, membuat Menteri Ne-gara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault ‘memberikan restu’ kepada setiap kontingen Indonesia yang berniat untuk memboi-kot kegiatan olahraga di ne-geri jiran itu.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Adhyaksa Dault saat menjenguk Donald yang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pertamina Pusat di Jakarta, Rabu (29/08). “Kalau seluruh masyara-kat olahraga setuju untuk memboikot, kita akan laku-kan itu,” kata Adhyaksa yang disambut tepuk tangan para wartawan usai mengejuk wa-sit yang masih terbaring le-mah akibat pukulan empat polisi itu.
Adhyaksa yang didampingi sejumlah pejabat di jajaran Kantor Menpora itu kembali mengulangi pernyataannya agar pemerintah Malaysia menyampaikan permintaan maaf atas pemukulan keem-pat polisi yang digambar-kannya sebagai perbuatan biadab itu.
“Saya berbicara sebagai pe-mimpin tertinggi dunia olah-raga Indonesia. Apa sih su-sahnya menyampaikan per-mintaan maaf. Presiden Su-silo Bambang Yudhoyono juga pernah menyampaikan per-mintaan maaf karena asap yang mengganggu negara tetangga itu,” katanya.
Namun Adhyaksa mengakui bahwa pemerintah Indonesia tidak bisa memaksakan ke-hendak agar Malaysia me-nyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada ma-syarakat Indonesia karena masalah tersebut tergantung kepada pribadi yang bersang-kutan. Adhyaksa mengatakan bahwa ia sudah menyam-paikan surat protes keras ke-pada pemerintah Malaysia dan ia meminta agar keempat polisi tersebut diadili secara terbuka dan masyarakat olah-raga Indonesia khususnya diminta untuk terus meman-tau proses pengadilan.
Menurut pihak dokter RS Pertamina, kondisi Donald saat ini relatif stabil dan organ mata dan telinga sudah ber-fungsi secara normal setelah mengalami cedera akibat ben-turan keras karena pukulan. Sementara itu, ratusan kara-teka mendemo Kedubes Ma-laysia, di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Sela-tan, Rabu (29/08). Mereka menuntut permintaan maaf Malaysia atas pemukulan terhadap Ketua Tim Wasit Indonesia Donald Luther Ko-lopita.
Dalam aksinya mereka mamamerkan jurus-jurus yang mereka kuasai. Para demonstaran itu terdiri dari berbagai kalangan yang barasal dari 19 klub karate.
Mereka membentangkan be-berapa poster yang isinya me-ngecam pemerintahan Malay-sia. Beberapa poster itu bertu-liskan ‘Ganyang Malaysia’ dan ‘Tarik Dubes RI untuk Malaysia’. Demonstran juga sempat membakar bendera Malaysia.
Selain permintaan maaf, de-monstran juga mengancam akan menyisir warga Malaysia yang ada di Indonesia. “Peme-rintah Indonesia juga harus memutuskan hubungan diplo-matik dengan Malaysia,” kata Wakil Ketua Umum Inkai Shi-dki Wahab. Aksi demo ini juga diikuti oleh aktivis Pemuda Pancasila.(mdc/*)
|
|