CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

30 Agustus 2007

NKRI di Ujung Tanduk?(1)

 IKUTI BERITA LAIN

Rencana Lokal Melawan Global Warming(3)

SURAT PEMBACA

Perda Perlindungan Turis Musti Dibentuk

 COMMENTAREN

Soal Mendagri, Warga Sulut Gigit Jari

 
Di bulan Agustus peringatan Kemerdekaan Indonesia, yang biasanya mulai digelorakan lagu-lagu yang membangkitkan semangat nasionalis dan patriotis, relatif sepi dan senyap. 

Bahkan lebih diwarnai oleh berbagai gejolak kesibukan se-sama anak bangsa, bentrok ti-dak sepaham karena tidak lagi “Merdeka” akibat penjajahan yang terjadi karena keangku-han dan kerakusan sesama anak bangsa. Tarik ulur, beda pendapat karena berusaha/mengusahakan agar kita beda dengan mereka, torang badiri sandiri jo! Entah benar agar le-bih diefektifkan pelayanan atau cuma karena agar posisi ‘ku’ le-bih kuat kalau kita pisah de-ngan mereka. 
Memperdaya kekuatan aturan yang dibuat untuk lebih efektif-nya pelayanan masyarakat (Otonomisasi). Kenyataan ini terlihat dari berbagai kegiatan yang ditujukan untuk meme-cahkan kesatuan dan persatu-an, hanya karena kerakusan kekuasaan dan merasa lebih be-sar/lebih berperan dan lebih pen-ting dari sesama anak bangsa se-hingga mau agar ditonjolkan. 
Tanpa disadari praktik-prak-tik seperti ini lebih menguatkan proses gombalisasi (Negara-ne-gara maju menggombali negara-negara berkembang) dan mele-mahkan semangat juang anak-anak bangsa, sehingga tidak mampu memainkan peran da-lam era globalisasi. Seharusnya gelora globalisasi harus dimain-kan oleh generasi kini turunan Sam Ratulangi, karena jauh se-belum bola globalisasi bergulir sinyal Bapak Sam Ratulangi te-lah menangkapnya dan menge-lorakannya. 
Sekilas Pengalaman Masa Lalu
Di zaman para pendiri bangsa ini, mereka bersatu untuk ber-juang menegakkan kedaulatan bangsa, demi kesatuan dan per-satuan Indonesia dan tegaknya kedaulatan bangsa dan negara Pancasila dan UUD 1945. Per-juangan tidak hanya dilakukan dalam negeri, tapi juga di luar negeri, mereka berjuang untuk kemerdekaan sebuah negara Pan-casila, agar mendapat penga-kuan dari masyarakat dunia. 
Hal ini juga banyak melibat-kan tokoh-tokoh dari Sulawesi Utara; seperti perjuangan ba-pak Babe Palar, beberapa kali melakukan negosiasi dan ber-hasil menggerek Sang Merah Putih di gedung PBB di New York, yang mungkin perjua-ngannya masih kurang dikenal oleh generasi kini karena ku-rang diperkenalkan. 
Negosiasi-negosiasi yang di-lakukan oleh tokoh Sam Ratu-langi, yang rela mengorbankan kepentingan pribadinya dan ke-luarga, demi kemerdekaan nega-ra Pancasila, yang mendapat pe-ngakuan dunia, sehingga dia dapat mengambil peran sebagai pemimpin mahasiswa Asia, saat menuntut ilmu di luar negeri. 
Perjuangan tokoh Arnold Mo-nonutu di luar negeri dengan Perhimpunan Indonesia, per-juangan Mr Maramis dan banyak lagi tokoh-tokoh Su-lawesi Utara.(bersambung) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin