|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
31 Agustus 2007
|
|
Toar Ditemukan dalam
Bus Rute Gorontalo-Palu
|
Toar Semuel Tangkau SPd yang dilaporkan diculik, akhirnya berhasil ditemukan Kamis (30/08) kemarin. Kalau sebelumnya Ketua PG Mitra itu menghilang bersama sekelompok orang dengan mobil Avansa silver di Jalan Piere Tendean Boulevard, kini dia ditemukan pihak kepolisian sedang berada di sebuah bus jurusan Gorontalo-Palu (Sulawesi Tengah).
Penemuan Toar dalam bus ‘’Fernando’’ tersebut, terjadi di ruas jalan Kecamatan Ampi-babo, Kabupaten Parigi Mou-tong (Sulawesi Tengah). Ini berkat tindakan razia yang di-gelar tiga tim Polres Parigi Moutong, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Polta-bes Manado dan juga Polres Poso. Ditemukannya Toar ini disampaikan Kapoltabes Ma-nado, Kombes Pol Drs Bam-bang Sugeng SH MH dalam konfrensi pers di Mapoltabes Manado, Kamis (30/08). Beri-kut kronologisnya.
Menurut Kapoltabes, sejak masuknya laporan bahwa Toar diculik Rabu (29/08) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita ke SPK Poltabes Manado, pi-haknya langsung menurun-kan personel melakukan pen-carian dan pengejaran. Ba-nyak personel diterjunkan ke sejumlah lokasi yang dicurigai dilewati kendaraan yang membawa Toar. Upaya penca-rian juga dilakukan Poltabes lewat pelacakan signal hand-phone milik Toar, bekerjasa-ma dengan pihak Telkomsel.
Dan Rabu malam sekitar pu-kul 00.00 (jam 12) Wita, Polta-bes mendapatkan signal hand-phone milik Toar yang menggu-nakan nomor As 0852xxxx45. Saat itu lokasi Toar diperkira-kan di daerah Motoling, Kabu-paten Minahasa Selatan. Kapol-tabes pun langsung mengin-struksikan sejumlah personel ke Motoling. Namun kemudian signal handphone menghilang lagi. Tapi pengejaran terus dilakukan.
Nah, Kamis (30/08) Sekitar pukul 14.00 Wita sore kema-rin, Poltabes kembali menda-patkan signal hp milik Toar yang waktu itu diketahui se-dang memasuki Kabupaten Parigi Moutong (Sulteng). Tapi lagi-lagi signal tersebut kem-bali menghilang. Mendapat signal tersebut, Kapoltabes langsung menghubungi pihak Polres Parigi Moutong yang berada di lokasi terdekat un-tuk minta bantuan.
Polres Parigi Moutong di ba-wah komando AKBP Muham-mad Kilat, langsung bergerak membantu pencarian dan pengejaran Toar serta ke-mungkinan penculiknya.
Sekitar pukul 16.37 Wita ke-marin, Poltabes kembali men-dapatkan signal hp Toar. Bah-kan waktu itu Toar sempat mengirim sms (Short Message Service) singkat di nomor yang sama ke salah satu oknum polisi di Poltabes.
Dalam sms tersebut, Toar mengatakan dirinya susah terlepas dari para penculik dan sedang berada di dalam sebuah bus “Fernando” juru-san Gorontalo-Palu bersama penumpang yang lainnya, namun tidak tahu di daerah mana. Dia juga mengatakan para tersangka mengancam akan membunuh keluarganya jika dirinya melapor ke pihak polisi. Toar juga dalam sms tersebut mengatakan meski berada dalam bus sendirian, namun dirinya tetap diawasi para pelaku yang tetap meng-gunakan mobil Avansa ber-warna silver yang berada agak jauh dari bus tersebut.
Setelah mendapatkan in-formasi tersebut dan berkoor-dinasi dengan pihak Telkom-sel, akhirnya diketahui posisi Toar berada persis di Kecama-tan Ampibabo, dalam sebuah bus. Tak pelak, bersama Pol-res Parigi Moutong, kapolta-bes langsung menghubungi pihak Polsek Ampibabo. Am-pibabo adalah salah satu ke-camatan di Kabupaten Parigi Moutong. Tiga tim kemudian turun bersamaan.
Bus yang ditumpangi Toar kemudian dihentikan. Namun para penculiknya tidak dike-tahui di mana. Ditengarai se-bagaimana pengakuan Toar, penculik berada di kendaraan Avansa dan menjaga jarak dengan bus tersebut. Toar ke-mudian dibawa dan diaman-kan di Polsek Ampibabo dan kemudian dibawa ke Polres Parigi Moutong, dan terakhir dibawa ke Polda Sulteng di Palu.
Kapoltabes mengaku sempat menghubungi langsung Toar untuk menanyakan keadaan-nya dan yang bersangkutan mengaku dalam keadaan shock. Ketika ditanyai soal ci-ri-ciri tersangka, Toar menga-takan para tersangka berjum-lah 3 orang, bertubuh tinggi besar dan berambut gon-drong. Awalnya Kapoltabes berencana langsung menjem-put korban dan membawa pu-lang melalui jalan darat, na-mun korban menolaknya ka-rena merasa masih trauma dan shock. Akhirnya diputus-kan ‘mengevakuasi’ korban lewat jalur pesawat.
Rencananya, tim Poltabes dibawa pimpinan kasar Res-krim Poltabes Manado AKP Ribut Wibowo akan terbang dengan pesawat ke Palu pagi ini untuk menjemput Toar ke Manado. Di bagian lain, se-iring pengakuan korban bah-wa keluarganya diancam akan dibunuh, Kapoltabes pun menginstruksikan perso-nelnya untuk melakukan pen-jagaan ketat di rumah kedua orang tuanya, ataupun di tempat-tempat yang menjadi tempat tinggal Toar dan sau-dara-saudaranya, termasuk di KSU Mandiri Sejahtera yang ada di kawasan Boule-vard Manado.
Meski sudah berhasil me-ngamankan korban, namun pihak Poltabes Manado ber-sama Polsek Ampibabo dan Polres Parigo Moutong tetap melakukan upaya pengejaran terhadap tersangka. Kepada wartawan, Kapoltabes pun langsung menyampaikan him-bauan, untuk tidak mengeluar-kan pernyataan-pernyataan yang justru meresahkan.
“Saya mengajak kepada si-apa saja termasuk anak buah saya untuk tidak mengeluar-kan pernyataan yang mere-sahkan masyarakat ataupun pihak keluarga. Apalagi pro-ses pengejaran tersangka ma-sih dilakukan,” pintanya. Di bagian lain, sejumlah pengu-rus dan anggota KNPI Mina-hasa terlihat sedang menung-gu di halaman Poltabes Mana-do bersama sejumlah karya-wan KSU Mandiri Sejahtera. Dan ketika diinformasikan kepada mereka bahwa Toar telah ditemukan dalam ke-adaan selamat, awalnya sem-pat tidak percaya namun akhirnya disambut dengan gembira.
Sementara itu, sebelum be-rita ditemukannya Toar diper-oleh, Polda melakukan peme-riksaan terhadap sejumlah saksi. Sejak pemeriksaan hari pertama tercatat sudah 11 saksi yang dimintai ketera-ngan, yakni kedua kepona-kannya Sandy Matindas dan Joudy Rampen, 3 pengurus KNPI Minahasa masing-ma-sing Fahmi Saus, Robert Ra-tulangi dan Fahar Keidemans serta seorang sopir, empat orang karyawan KSU Mandiri Sejahtera dan Melky Tum-buan sopir, Avansa silver ber-nopol 4688 AF. Malah kenda-raan tersebut kemarin masih terparkir di halaman Poltabes Manado hingga
kemarin.(imo)
|
|