|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
31 Agustus 2007
|
|
Stien Mamuaja, mahasiswi tertua
Tidak Pernah Berhenti untuk Menimba Ilmu
|
FALSAFAH long life educa-tion atau belajar seumur hi-dup, ternyata dihayati Stien Mamuaja yang lahir di Kiniar Tondano 6 September 1930 silam. Bukan apa-apa, saat ini Oma Stien (sapaan akrab-nya, red) yang sepekan lagi berusia 77 tahun, terdaftar sebagai Mahasiswa Baru Universitas Negeri Manado (Unima) di Fakultas Bahasa dan Seni Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis.
Boleh jadi Oma Stien adalah mahasiswa tertua di Indo-nesia yang tengah menimba ilmu S1.. Oma Stien saat dita-nya apa alasannya kuliah di Jurusan Bahasa Prancis, de-ngan enteng menjawab dalam dialek Manado kental, “So tan-tu katu for mo menimba ska-ligus tambah ilmu no,” kata Oma Stien didampingi Humas Unima Hanny Massie SPt.
Padahal, jika dilihat gelar akademiknya, Oma Stien seti-daknya menyandang Sarjana Pendidikan Psikologi dengan gelar Dokteranda (Dra) lulus tahun 1983 waktu Unima ma-sih berstatus IKIP Manado. Pada tahun 1992 Oma Stien menyelesaikan studi di Unsrat dengan gelar SS di program studi bahasa Inggris.
Kecintaannya pada ilmu bahasa semakin menjadi-jadi, tak heran jika pensiunan PNS juru rawat penyakit jiwa di RSJ Manado Tahun 1957 ini menguasai empat bahasa asing yakni Inggris, Belanda, Jepang dan Mandarin. “Rasa-nya nda lengkap kalo bahasa Prancis kita nda tahu, ma-kanya kita kuliah di Unima,” ungkapnya.
Oma Stien yang juga Man-tan Pembantu Dekan II Faku-ltas Psikologi UKI Tomohon ini boleh dikata tidak pernah lelah untuk studi. Terbukti meski sudah menggenggam gelar sarjana, Oma Stien rajin mengikuti kursus bahasa asing seperti bahasa Jepang, Mandarin dan Prancis dan sudah mempunyai sertifikat ijasah kelulusan. Bukan hanya bahasa asing saja yang dikuasainya, Oma Stien juga menguasai 7 bahasa daerah di Sulut termasuk bahasa Sunda dan Jawa.
Di sisi lain Oma stien juga mengharapkan kepada selu-ruh generasi muda agar tidak berhenti untuk menimba il-mu selama masih diberi ke-sempatan di dunia oleh Tu-han. “Juga kepada orangtua dan pemerintah agar supaya selalu memberikan motivasi kepada para generasi muda tentang betapa pentingnya pendidikan,” tukasnya.
Sementara Rektor Unima Prof JLL Lombok MSi melalui Humas Unima Hanny Massie menyampaikan bahwa Oma Stien Mamuaja patut diberi penghargaan dari pemerin-tah, memperhatikan prestasi Oma Stien Mamuaja.
“Karena di Indonesia pada umumnya dan di Sulut khusus-nya sangat jarang seorang yang sudah berusia lanjut namun tetap eksis dalam dunia pen-didikan apalagi mau kuliah S1,” tegas Lombok. Lebih lanjut Massie memprediksi jika Oma Stien Mamuaja tekun, maka dia bisa menyelesaikan studi S1 Pendidikan Bahasa Perancis saat berumur 81 Tahun. So…bagaimana generasi muda saat ini? Haruskah kalah semangat belajarnya dengan Oma Stien?(irvan)
|
|