CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

31 Agustus 2007

Soal penolakan Imba tutup PT WEP
Ferro Sebut Komisi A yang Keliru, Parasan Nilai Pemerintah tak Bijaksana

 

 IKUTI BERITA LAIN

Dekot-Banwas diminta tak diamkan dugaan pungli
Walikota Diminta Tinjau Langsung Pasar Bersehat

Manado Diharapkan Jadi Pilot Project Pemberlakuan PP 41

Kawasan Elit Jadi Tempat Jemur Pakaian

TP-PKK Sulut Rampungkan Usulan Kegiatan Tahun 2008

Manado Siap Ikuti Sulut Expo

Wawali Berharap Investasi tak Terpengaruh

Lintas Berita Kota

Sikap Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi yang tak mau melayani rekomendasi Komisi A DPRD Kota Manado untuk menutup PT Wira Eka Perkasa (WEP), mendapat reaksi beragam. Ketua DPRD, Drs Ferro Taroreh menyatakan dukungannya terhadap walikota, sedangkan Ketua Komisi A, Benny Parasan mengatakan pemkot tak arif.

Dihubungi harian ini tadi malam (30/08), Taroreh meng-ungkapkan, setelah ia meneliti pokok persoalan, ternyata ma-salah yang terjadi di PT WEP hanyalah masalah internal antara karyawan dan majikan, dan tak menyangkut soal operasional perusahaan tersebut. “Karena itu, setelah diteliti, menurut saya reko-mendasi dari Komisi A itu tak tepat,” ujarnya. 
Ditanya tentang sikap wa-likota yang mementahkan reko-mendasi tersebut, menurut Ta-roreh, Dewan mendukungnya. “Karena memang izin operasio-nal perusahaan tersebut tak ber-masalah, karenanya tak layak ditutup,” tukasnya. 
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Manado, Benny Pasaran menegaskan, sangat menyayangkan kalau reko-mendasi tersebut tak ditin-daklanjuti oleh eksekutif. “Me-mang eksekutor untuk menu-tup adalah pemerintah. Tetapi dewan juga adalah instrumen jalannya pemerintahan dae-rah. Dan dalam kasus ini, kita hanya memperjuangkan hak-hak karyawan,” ujarnya. 
Karena itu, lanjut Parasan, dengan keengganan melakukan penutupan PT WEP, menunjuk-kan sikap bahwa pemerintah tak bijaksana. “Saya kira ini prese-den buruk dari pemerintah. Ka-rena niat kita membela hak kar-yawan tak digubris,” tegasnya.(ftj)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin