|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
31 Agustus 2007
|
|
Soal kabar penemuan bangkai Adam Air
Tawalujan: Serahkan Pengharapan di Tangan Tuhan
|
Adanya kabar penemuan bangkai pesawat Adam Air, yang membuat keluarga korban berharap jasad korban dite-mukan, menurut Pst Fred Tawalujan Pr, sebenarnya pengha-rapan tersebut kita serahkan dalam tangan kasih Tuhan.
Hal tersebut dikatakan Tawa-lujan, pada Komentar, Kamis (30/09). “Semua itu hendaknya kita serahkan pada tangan Tu-han. Manusia memang memiliki pengharapan. Namun untuk masalah ini hendaknya kita se-rahkan pada Tuhan,” katanya.
Menurut dia, pengharapan itu bukannya berpura-pura, seolah-olah masalah itu tidak ada. Pengharapan adalah keyakinan bahwa masalah yang ada tidak akan berlangsung selamanya, karena luka batin akan dipulih-kan dan masalah akan diatasi.
Pengharapan adalah iman bahwa Tuhan memberikan ke-kuatan untuk membawa kita ke luar dari kegelapan menuju ke-pada terang. Banyak manusia yang tidak memiliki dasar yang kuat terhadap pengharapan yang mereka miliki, menurut dia tidak sedikit yang tidak tahu apa yang mendasari pengharapan me-reka. Dan karena itulah tidak jarang kita dengar berbagai usaha untuk menghancurkan masa depan, seperti perang, perceraian, pembunuhan dan lain-lain. Bila tidak mempunyai dasar kuat, pengharapan manu-sia mudah untuk ‘diobok-obok.’ Hal ini akan berlanjut dengan hilangnya pengharapan itu sen-diri yang menghapus alasan ma-nusia untuk bertahan hidup.
Yesus Kristus, lewat Kekris-tenan, menawarkan dasar peng-harapan yang berbeda dengan yang ditawarkan oleh pihak lain. Ia, yang adalah Tuhan sendiri, memberikan diri-Nya untuk menjadi dasar pengharapan kita. Lewat Alkitab, sejarah, dan kisah hidup dari anak-anak-Nya, Ia menyatakan cinta-Nya kepada manusia dan janji-Nya, bahwa Ia tidak akan mem-biarkan kita binasa. Ia menjan-jikan kehidupan kekal bagi ma-nusia yang mau menerima Dia. Dan karena Ia adalah Tuhan, Ia mampu dan berjanji untuk memberikan masa depan yang terindah buat manusia.(lex)
|
|