|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
31 Agustus 2007
|
|
Harga turun, sewa pemetik mahal, transportasi tak mendukung
Warga Soyoan Enggan Panen Cengkih
|
Warga Desa Soyoan, Kecamatan Ratatotok, yang memiliki kebun cengkih, memilih untuk tak memanen cengkihnya. Pasalnya, hasil panen yang nantinya diperoleh, dinilai tak akan mampu menutup ongkos produksi yang tinggi, juga karena sulitnya akses transportasi.
Demikian diinformasikan Hukum Tua Soyoan, Stevie Lumintang kepada harian ini, Kamis (30/08) kemarin. Me-wakili warga, Lumintang me-ngeluhkan kondisi jalan yang hingga kini masih mempriha-tinkan, antara lain yang ber-ada di daerah Perkebunan Sa-lingguat, yaitu wilayah So-yoan dan Morea.
Tidak warga Soyoan saja yang kesulitan, kata Lumintang, Warga Belang dan Basaan yang juga memiliki lahan perkebun-an di lokasi tersebut, menge-luhkan hal serupa. “Akibat kondisi jalan yang mempriha-tinkan, sejumlah wilayah perkebunan cengkih tidak panen. Hal ini juga karena ren-dahnya harga dan biya pro-duksi yang tinggi, termasuk biaya sewa pemetik. So nyanda baku pulang ongkos,” katanya.
Sementara itu, keluhan lain datang dari warga Desa Ben-tenan, Kecamatan Pusomaen. Keluhan yang disampaikan adalah soal putusnya jemba-tan di desa tersebut, akibat ben-cana waktu lalu. “Jika musim ikan, mobil tidak bisa masuk ke pantai, dan akibatnya hasil tangkapan nelayan tak bisa dijual. Pemerintah harus perhatikan ini,” ujar Djem Y Walukow, Ketua BPD. (dax)
|
|