CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

31 Agustus 2007

Sebuah omiyage dari negeri matahari terbit 
“Pendidikan yang Berlandaskan Nilai-nilai Lama”(1) 

Oleh:Dr Apner RM Matoneng MHum

 IKUTI BERITA LAIN

NKRI di Ujung Tanduk?(2)

SURAT PEMBACA

Biaya Pembuatan KTP dan KK Dinaikkan, Masyarakat Susah

 COMMENTAREN

Mencari Toar Tangkau

 
Modernisasi pendidikan tidak harus meninggalkan yang lama dan mendatangkan yang baru. Akan tetapi di tengah-tengah arus modernisasi itu, justru yang lama harus tetap dipertahankan dan diperkaya dengan memasukkan unsur-unsur baru di dalamnya. 

Mempertahankan yang lama sebagai sebuah identitas/karak-ter bangsa sangatlah penting di tengah-tengah derasnya arus glo-balisasi, demikianlah yang diper-juangkan oleh pemerintah Je-pang melalui Ministry of Educa-tion, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT).
Berawal dari sebuah reformasi pendidikan pertama di tahun 1871. Sejarah membuktikan bahwa semenjak reformasi pen-didikan pertama itu, sebutan mo-dernisasi pendidikan menjadi po-puler seiring dengan bergulirnya Restorasi Meiji. Komitmen Meiji terhadap peningkatan mutu pen-didikan, ditandai dengan lahirnya sebuah lembaga Kementerian Pendidikan Jepang, disusul de-ngan pendirian sekolah berdasar-kan prinsip-prinsip meritokrasi dan modernitas. 
Reformasi ini telah mengubah bentuk kehidupan sosial dan po-la pikir orang Jepang dari tradi-sional menjadi modern dan ra-sional.
Waktu terus bergulir dan oleh tuntutan kemajuan zaman, ma-ka langkah yang ditempuh ada-lah reformasi pendidikan kedua tahun 1947. Reformasi pendidi-kan yang kedua ini melahirkan Undang-undang Pendidikan dan Undang-undang Sekolah yang meletakkan fondasi ideologi seko-lah yang egalitarian dan demo-kratis. Sistem sekolah berjalur tunggal SD-SMP-SMA-Universi-tas dengan waktu belajar 6-3-3-4 tahun. 
Sembilan tahun pertama bersi-fat wajib belajar. Sistem berjalur tunggal ini bertahan hingga se-karang dan berhasil mewujud-kan impian bangsa Jepang men-jadi yang terbaik (the best) di Asia, dari segi penguasaan ilmu penge-tahuan dan teknologi. Bahkan keberhasilan Jepang menjadi “top five” dalam tes kompetensi siswa bersama Korea, Taiwan, Si-ngapura, dan Hong-kong, karena SDM dan pendidikannya unggul!
Sukses pendidikan Jepang dapat dibuk-tikan dengan ukuran-ukuran keberhasilan sebagai berikut: (1) High enrollment ra-tions at postcompulsory educati-on, (2) High retention/graduation rates at all education levels, (3) High daily attendance rates at elementary and secondary scho-ols, (4) high academic performan-ce, and (5) Relatively lower levels of school disorder problems and juvenile delinguencies/climes. 
Dan suatu kenyataan, negara-negara berkembang antara lain Indonesia bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, pun akhirnya meniru keber-hasilan pengelolaan pendidikan Jepang.
Tetapi sebaliknya, Jepang sendiri malah mulai mencari pola pengelolaan pendidikan yang baru, untuk menjawab setiap perubahan dan tantangan glo-balisasi yang sedang melanda negeri ma-tahari terbit itu de-wasa ini. 
Sebagaimana menurut Prof Hide-nori Fujita PhD, da-lam ceramahnya ten-tang “Japanese Education at Cross roads” (Tokyo, Juli 2007), bahwa reformasi pendidikan yang terjadi sekarang adalah untuk mengantisipasi lajunya “innovation of ICT, rise of know-ledgedriven economy, economic globalization, and multicultural society”.
Antisipasi global yang dimak-sudkan oleh Prof Hidenori Fu-jita PhD tersebut, menjadi tanggung jawab Lembaga Kementerian Pendidikan, Sains, Olahraga dan Kebu-dayaan, yang sejak tahun 2001 bergabung dengan biro IPTEK dan membentuk MEXT (Minis-try of Education, Culture, Sport, Science and Techno-logy).(bersambung) 
Di bawah lembaga kemen-terian terpadu tersebut, refor-masi pendidikan ketiga yang dilaksanakan sejak Januari 2006 berhasil merevisi UU Pen-didikan dan formulasi Rencana Pendidikan. 
Reformasi terbaru ini di-arahkan pada sebuah dunia pendidikan yang memiliki kepekaan terhadap perubahan yang sedang terjadi.(bersambung) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin