|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
02 April 2007
|
|
Tukul, Pelawak
Berbandrol Rp 1 Miliar
|
DULU dikenal ada manajer 1 miliar untuk sebutan profesional Tanri Abeng. Kini tak ada salah-nya juga sebutan yang sama di-sematkan kepada pelawak yang sangat populer Tukul Arwana sebagai pelawak Rp 1 miliar.
Yah, Tukul adalah fenomena karena dia berkembang secara independen. Tukul tidak ber-kembang dan terikat bersama kelompok lawak seperti rekan-rekannya. Bahkan ia mengaku pernah dipecat dari kelompok komedi slapstik Srimulat.
Cerita sukses Tukul adalah ce-rita sukses “Empat Mata” di Trans 7. Acara yang ditayangkan saban hari dari Senin hingga Jumat pukul 21.30 WIB ini menyedot perhatian penonton televisi, dari kalangan
anak-anak hingga dewasa dari mulai tukang becak hingga anggota dewan.
Cerita dan fenomena Tukul tidak hanya pembicaraan di warung tegal tetapi juga men-jadi bahan ulasan media dan pakar budaya. Ketika anggota DPR ribut-ribut akan dibeli-kan laptop beberapa tulisan di media secara sarkastis menu-duh anggota dewan ngiri kepada Tukul.
Laptop memang menjadi ke-butuhan vital Tukul dalam acara “Empat Mata”. Semua pertanyaan konyol dan serius untuk narasumber ada dalam laptop itu. Ungkapan kembali ke laptop menjadi tagline wajib.
Belakangan, cerita sukses Tukul juga diikuti cerita tak sedap. Kabar Tukul didepak dari “Empat Mata” sempat beredar di beberapa milis.
Bisa jadi isu tersebut berasal dari orang iseng tetapi juga bisa dari orang yang memang bergerak di bidang itu (men-jual isu tak sedap). Sekarang ini kan promosi itu macam-macam untuk mendongkrak sebuah acara atau produk.
Sebuah kelompok band biar terus diingat atau saat akan meluncurkan album baru sekarang sudah galib tiba-tiba diberitakan kelompoknya terancam bubar. Ada juga acara talk show di sebuah televisi swasta yang berteriak karena terancam disomasi seorang menteri. Media langsung menyambarnya dan acara televisi itu pun kian populer. Semuanya strategi bisnis!
Belakangan Tukul juga dikabarkan didepak dari “Empat Mata”. Entah apa alasannya. Tetapi dalam milis ppiindia, Produser News Trans TV, Satrio Arismunandar membantahnya. “Tukul itu kan mesin uang program ‘Empat Mata.’ Tanpa Tukul, ‘Empat Mata’ itu akan jadi nol besar, wong yang dijual itu ya Tukul-nya (bukan grup band atau tamu-tamunya),” kata Satrio Arismuandar. “Malah Tukul sudah dikontrak lebih dari Rp 1 miliar oleh Trans 7, agar tidak dibajak TV lain. Masa didepak?” tambahnya.(rmc/*)
|
|