|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
02 April 2007
|
|
Korban
bencana 2006 160 KK Terima Rp 3,5 Miliar
|
Setelah menanti lebih dari setahu, akhirnya para korban bencana yang terjadi 2006 lalu, segera menerima bantuan bernilai total Rp 3,520 miliar, masing-masing Rp 22 Juta untuk 160 Kepala Keluarga (KK).
Demikian dijelaskan Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Drs Lempo Tambeo, kepada sejumlah wartawan, akhir pe-kan lalu. Hanya saja, menu-rut Tambeo, bantuan Rp 22 juta per KK tersebut tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai tetapi dalam ben-tuk rumah. “Kita tidak bera-ni memberi bantuan dalam ben-tuk uang tunai, sebab menja-ga kemungkinan jangan sam-pai setelah uang diterima, me-reka kemudian tidak mau pindah dari tempat tinggal mereka yang rawan bencana,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Tambeo, bantuan ini akan diberikan sebagai bagian program relo-kasi untuk korban bencana tahun 2006 lalu tersebut. “Jadi kita akan membangun 160 rumah untuk mereka,” tukasnya.
Ditanya tentang lokasi pem-bangunan 160 rumah terse-but, Tambeo mengungkap-kan, pihaknya masih me-nunggu petunjuk resmi dari Walikota Jimmy Rimba Rogi. “Kalau pak wali sudah mem-beri petunjuk resmi tentang lokasi persisnya, kita akan se-gera memulai pembangunan 160 rumah tersebut,” urainya seraya menambahkan ban-tuan ini mendapatkan aliran dana dari Pemprop Sulut.
Seperti diketahui, bantuan relokasi korban bencana di Manado 2006 lalu dari peme-rintah pusat melalui Pemprop Sulut, sempat menimbulkan polemik ketika Pemprop Sulut justru membangun rumah relokasi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Se-telah disorot, Gubernur SH Sarundajang, kemudian me-lunak dan berjanji akan mem-bangun rumah relokasi di Manado, asal pemkot menye-diakan lahannya.
Hal ini kemudian direspons Walikota Manado Jimmy Rim-ba Rogi dengan menyatakan, soal lahan bukan merupakan masalah bagi pemkot.
“Masih banyak lahan di seputaran Pandu yang bisa dimanfaatkan, khususnya sebagai tempat relokasi,” tukas walikota, ketika itu.(ftj)
|
|