|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
02 April 2007
|
|
Berpengaruh
besar dalam peradaban Manusia
Lahilote: Nabi Muhammad Posisi Pertama
|
Sosok Nabi Muhammad merupakan pemimpin besar Islam yang mampu berada di posisi pertama di antara 100 nabi. Hal ini karena, beliau berpengaruh besar dalam peradaban manusia. Tidak hanya itu, Nabi Muhammad juga satu-satunya manusia yang banyak meraih sukses dalam kehi-dupannya.
Demikian dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manado, KH Sofyan Lahilote SH dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW 1428 H di Masjid Raya Ahmad Yani, Sabtu (31/03).
Ia mengatakan, Nabi Muham-mad juga merupakan tokoh Is-lam yang memiliki keteguhan yang tegas dan tidak mudah ter-goyahkan oleh bujuk rayu apa-pun. “Tidak hanya itu, di antara sifat-sifat beliau, yang patut un-tuk dicontoh yaitu keberanian untuk menegakkan kebenaran dan kemungkaran,” tegasnya.
Melalui perayaan ini, Lahilote juga mengajak umat Muslim untuk semakin memperkokoh persaudaraan sesama umat beragama. “Intinya kita teladani perilaku sosial Nabi Besar Mu-hammad SAW, untuk perkokoh persaudaraan sesama umat beragama, di samping memu-puk ukhuwah islamiyah, insa-niyah dan meningkatkan pema-haman terhadap ajaran Islam,” tambahnya.
Suatu bangsa, umat dan ne-gara tidak akan berdiri tegak bi-la di dalamnya tidak terdapat persatuan dan persaudaraan warganya. Persatuan dan per-saudaraan tidak akan terwujud tanpa saling bekerja sama dan mencintai. Dan setiap jamaah yang diikat dengan ikatan kerja sama dan kasih tidak mungkin bersatu dalam satu prinsip un-tuk mencapai tujuan bersama. “Dengan begitu sudah pasti per-satuan dan persaudaraan sua-tu umat merupakan fondasi dan faktor perekat terbentuk-nya masyarakat bangsa dan negara,” katanya.
Al Quran memberikan petun-juk praktis dalam pelaksanaan persaudaraan, baik persauda-raan agama maupun persauda-raan sosial kemanusiaan. Yaitu mendamaikan orang mukmim yang berselisih, suatu kaum ti-dak boleh menghina kaum lain, saling mencelah serta menjauhi prasangka, mencari kesalahan di antara sesama. Sebab meraka dijadikan dari seseorang laki-laki dan perempuan. Manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal (QS Al Hujurat 9-13).
Pesan ayat di atas menurutya, telah dicontohkan Nabi Muha-mmad SAW, di dalam memba-ngun masyarakat madinah yang secara esensial terdapat dalam ketetapan piagam ma-dinah, yang bertujuan untuk memelihara dan mengakrabkan persatuan dan persaudaraan penduduk madinah yang in-tegral.
“Kemajemukan penduduk dan keanekaragaman pemeluk agama telah membawa Sulut dilirik masyarakat dunia seba-gai masyarakat santun dengan filosofi hidup Torang Samua Ba-sudara,” pujinya. Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Manado, Is-mail Tunai mengatakan hal yang sama.
Menurutnya, banyak hal yang dipetik dari perayaan Maulid Nabi Muhammad, terlebih soal keteladananya. Nampak hadir dalam acara akbar ini di an-taranya, Ketua MUI Sulut, KH Fauzi Nurani, Wakil Walikota Manado, Abdi Buchari SE, Kepala Kantor Depag Manado, Drs Said Ismail, Drs Amin Lasena beserta tokoh Islam lainnya.(aan)
|
|