|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Panggung Politik |
02 April 2007
|
|
Sitaro di mata Toni Supit
Supit: Sitaro, Mutiara Terpendam di Bibir Pasifik
|
LETAK geografis bakal Kabupaten Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro) yang sangat strategis ternyata menyimpan sejumlah potensi layaknya mutiara yang terpendam di bibir Pasifik yang belum diolah menjadi ‘perhiasan’ kebanggaan daerah Sulut.
Bagi Toni Supit sebagai Putra Sitaro yang sudah malang melintang selama 14 tahun di bidang trans-portasi laut Manado-Sangihe dan se-kitarnya ini, mengiba-ratkan Sitaro layak-nya ‘mu-tiara’ yang terpendam yang siap menjadi primadona Sulut, kala wilayah ini berdiri se-bagai satu wilayah otonom. “Sitaro penuh dengan potensi yang sangat besar. Ditunjang dengan Sum-ber Daya Alam (SDA) dan Sum-ber Daya Manusia (SDM) yang handal, ke depan nanti Sitaro bakal menjadi daerah prima-dona karena letaknya yang strategis sebagai wilayah tran-sit perdagangan. Sitaro adalah mutiara yang terpendam dan akan muncul sebagai prima-dona Sulut nanti,” kata Toni optimis.
Menurutnya ada dua sektor utama yang nantinya menjadi andalan Sitaro saat menjadi kabu-paten. “Pertama sektor perta-nian. Wilayah ini dikenal dengan pala, kopra, cengkeh dan buah-buahan bahkan lainnya. Saya me-lihat ba-nyak wasted value atau nilai yang ter-buang per-cuma dari sektor per-tanian, karena minimnya lirikan investor baik lo-kal maupun asing. Seperti sabut kelapa yang bisa jadi bahan baku kasur, daging pala yang bisa dijadikan mani-san bahkan makanan kaleng. Semuanya selama ini status-nya masih wasted value,” tu-kas Toni.
Pria bergelar Sarjana Ekonomi jebolan salah satu perguruan tinggi di Australia ini menga-takan, selain pertanian, sektor perikanan dan kelautan ada-lah salah satu andalan yang bisa menjadi penonggak utama pembangunan Sitaro nanti.
“Potensi perikanan dan ke-lautan Sitaro sangat menjan-jikan, di wilayah ini jika dito-pang dengan pabrik es, cool storage akan lebih menaikkan nilai jual hasil tangkapan ikan nelayan. Sayang sekali sektor ini sampai sekarang belum dilirik investor. Ke depan nanti melihat perkembangan Sitaro, sebagai pengusaha setidaknya saya terpanggil untuk meng-optimalkan sektor ini. Apalagi jika dibangun pabrik penga-lengan ikan setidaknya akan menambah gairah sektor peri-kanan di Sitaro,” kata suami tercinta Eva Sasingen ini.
Kepedulian membangun Si-taro setidaknya sudah lama direalisasikan Toni dengan membantu warga Sitaro dalam bidang transportasi laut. “Be-lasan tahun lalu, kami melihat masyarakat agak kesusahan menembus keterisolasian transportasi saat mau keluar dari wilayah tersebut. Keter-panggilan itu mendorong kami keluarga untuk menjembatani Sitaro agar terlepas dari ke-terisolasian dalam sektor trans-portasi laut. Tujuan kami adalah memutuskan rantai keterisola-sian wilayah ini agar bisa leluasa berakses dengan wilayah lain dan puji Tuhan selama 14 tahun ini berjalan lancar,” kata ayah tercinta dari Alicia, Abram dan Alena Supit ini.
Bahkan hingga kini upaya tersebut terus dikembangkan-nya. Selain melayani kebutu-han masyarakat akan trans-portasi, dirinya juga menjadi penyuplai sembilan bahan pokok ke wilayah tersebut. “Sistem barter masih berlaku hingga kini. Saya sendiri sering membawa sembako ke Sitaro dan menukarkan dengan hasil bumi di sana. Selain memban-tu masyarakat mengatasi kri-sis sembako, juga untuk me-lancarkan urat nadi pereko-nomian di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Pria kelahiran 18 Oktober 1967 silam yang selalu ber-penampilan sederhana ini kini sibuk memenej KM Elizabeth Grup. Dengan penuh rasa op-timis Toni mengatakan bahwa Sitaro bakal berkembang pesat asalkan didukung SDA dan SDM yang kompak dan sehati membangun wilayah ini.
“Tentunya sektor pendidikan juga harus diperhatikan. Saya optimis ke depan nanti Sitaro bakal berkembang pesat mengingat wilayah ini penuh dengan potensi yang belum di-garap optimal. Hanya saja, untuk mewujudkan impian ini harus ada kekompakan, kese-hatian untuk membangun Si-taro ke depan. Kesehatian dan kekompakan masyarakat meru-pakan modal utama agar Sitaro mampu menjadi primadona dan bisa sejajar dengan daerah-daerah lain di Sulut,” pungkas Toni yang saat ini sedang me-nyelesaikan studi S2 di Program Magister Manajemen di Unsrat Manado.(irvan grosman)
|
|