HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

03 April 2007

Senpi sudah ditarik, kenapa ada tembakan?
Rori: Demi Tuhan, Saya Tidak Memegang Senjata


Kapolres Minsel Kompol Drs John Rori SSt perlu membe-rikan klarifikasi seputar kis-ruh saat pelaksanaan Muscab I PD Minsel, Jumat (30/03) lalu di Restoran New Centruy Amurang. Rori mengatakan, tidak benar bahwa dalam upaya meredam massa yang mulai anarkis, dirinya sempat membuang tembakan. 
‘’Demi Tuhan, saat Muscab PD itu, saya tidtak memegang senjata atau pistol. Saya hanya memerintahkan petu-gas Dalmas untuk membuang tembakan demi menenang-kan massa yang mulai mema-nas tak terkendali. Itu dira-sakan suatu langkah yang tepat dan sesuai prosedur aparat kepolisian di lapa-ngan,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin (02/04). 
Rori juga turut mencerita-kan sedikit kronologis keja-dian Jumat itu. Awalnya, dia tidak berniat untuk melihat dari dekat pelaksanaan Mus-cab yang sebelumnya diketa-hui bakal berlangsung panas dan seru. Namun karena ada-nya informasi bahwa situasi di lokasi Muscab mulai men-cekam, apalagi Ketua DPD PD Sulut, Ny Syennie Watoelang-kow telah meminta perlindu-ngan ke aparat kepolisian de-ngan mendatangi Kantor Pol-res Minsel, sehingga dirinya tergerak untuk turun lang-sung. 
Rori kemudian memberani-kan diri mendatangi dan ber-dialog dengan pihak DPP, DPD, DPC dan panitia Mus-cab sendiri. Ketika pertemuan itu digelar, pihak DPP, kata Rori, sudah enggan lagi me-lanjutkan Muscab karena merasa tidak ada titik temu yang dapat dicari. Sehingga dengan keinginan dan per-mintaan DPP, pihaknya saat itu juga langsung mengawal personel DPP yang saat itu takut untuk keluar lokasi sidang. 
Sungguh ironis, cerita Rori, ketika akan menaiki kenda-raan, pihak DPP dan dirinya dilempari kursi diikuti benda keras lainnya oleh sejumlah oknum. Melihat situasi yang tidak kondusif, dan dikha-watirkan akan melebar hingga pada kader dan simpatisan lainnya, sehingga dirinya memerintahkan petugas Dalmas Polres Minsel, mem-berikan tembakan peringatan ke udara guna menenangkan massa yang mulai emosional dan tak terkontrol. 
Dan langkah ini ternyata berhasil, sebab kerumunan massa yang mulai akan ber-tikai dengan sendirinya meng-hentikan aksi yang mulai menjurus anarkis tersebut. “Inilah fungsi petugas ke-polisian, dalam keadaan darurat, harus mengeluarkan jurus ampuh, yakni buang tembakan. Ini sesuai aturan dan prosedur,” tandas Rori seraya menyesalkan, adanya informasi bahwa tembakan itu diletup dari pistolnya. 
Sebab, sejak menjabat Ka-polres Minsel, dirinya tidak pernah lagi memegang senjata atau pistol. “Senjata atau pistol saya di lapangan, ha-nyalah Tuhan Yesus Kristus. Tidak benar saya buang tembakan, sejak jadi Kapol-res, saya tidak pernah pegang senjata lagi. Itu karena saya merasa di Minsel ini masya-rakatnya cukup terkendali,” ujar Rori yang saat itu di-dampingi Kasat Intel AKP Linus Kendek dan Kasat Reskrim, AKP J Khova. 
Namun demikian, selaku pribadi dirinya menyatakan permohonan maaf apabila kader PD atau masyarakat merasa bahwa tindakan yang telah dilakukan aparatnya di lapangan, dianggap salah dan telah merugikan pihak ter-tentu. Yang jelas, apabila me-mang pihaknya bersalah, itu sudah pasti akan ada proses dari sang atasan, dan inilah yang namanya resiko jabatan. 
Sementara informasi yang diperoleh koran ini, Polda Sulut akan melakukan klari-fikasi atas kejadian tersebut. “Kemungkinan akan diturun-kan tim untuk meminta kla-rifikasi mengenai hal terse-but,” ujar Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Drs Benny Bella. 
Lebih lanjut, Bella menya-yangkan terjadinya peristiwa ini. “Sebenarnya peristiwa ini tidak perlu terjadi. Sebab belum terjadi kejadian yang emergency atau jatuhnya korban. Kapolres seharusnya bisa mengendalikan keadaan dengan memberikan penga-rahan dan pengertian kepada massa dan bukan dengan membuang tembakan,” beber Bella.
Apalagi saat ini, kata Bella, kapolda telah mengeluarkan perintah untuk penarikan senjata api (senpi) di semua jajaran, tanpa kecuali. “Se-hingga perlu dipertanyakan dari mana asal senpi ini. Sebab sesuai perintah ka-polda senpi harus ditarik, tapi malah terjadi penembakan,” katanya lagi.(vic/pen)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin