HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

03 April 2007

Kades se-Indonesia Bentuk Parpol 


Partai-partai politik (parpol) baru bermunculan bak jamur di musim panas guna meng-hadapi Pemilu 2009. Menarik-nya, salah satu parpol yang bakal tumbuh adalah Partai Parade Nusantara (PPN). Apa yang istimewa dari partai ini? 
PPN mengklaim diri sebagai parpolnya para kepala-kepala desa se-Indonesia. Hal ini dibenarkan salah satu perin-tisnya yang kini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Nasional PPN, Sudir Santoso. PPN sendiri rencanannya dideklarasi Selasa (03/04) ini di Mojokerto, Jawa Timur. 
Sudir Santoso menyatakan, sudah saatnya para kepala desa seluruh Indonesia untuk bangkit menentang diskrimi-nasi dan menyalurkan aspi-rasi politiknya di partai yang dibentuk sendiri oleh para kepala desa.
Diskriminasi yang dimaksud Sudir adalah larangan bagi semua kepala desa untuk ber-partai atau menjadi pengurus partai seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 72 Tahun 1975. Tetapi, da-lam UU Partai Politik Nomor 31 Tahun 2003, larangan di-maksud hanya untuk TNI, Polri, dan PNS. “Ketidakadilan inilah yang akan kita gugat dan kita siap membentuk par-tai,” tambah Sudir.
Sudir Santoso yang kini ma-sih aktif sebagai Kepala Desa di Kedung Wina, Sukolilo, Pati, Jateng, lebih lanjut mengata-kan Presiden Yudhoyono ada-lah pembina Partai Demokrat, Jusuf Kalla adalah Ketua Umum Partai Golkar, sejumlah menteri menjadi Ketua Umum partai, belum lagi pejabat gu-bernur dan bupati yang banyak menjadi pengurus partai di daerah. “Masak kita yang pu-nya rakyat tidak boleh ber-partai?” tanyanya.
Gagasan mendirikan partai ini akhirnya dipilih para kepala desa karena mereka melihat potensi yang sangat besar pada setiap kepala desa. Selain itu, kepala desa tidak ingin lagi terus menjadi objek pemerin-tah. “Waktunya sudah tiba, ki-ta harus menjadi subjek dari setiap perubahan di tanah air,” katanya.
Sikap optimistis terpancar dari wajah Sudir. Rasa takut juga tidak terlihat. “Saya siap dipecat oleh Mendagri bila dianggap salah karena mem-bentuk partai. Lebih cepat saya dipecat, itu lebih baik. Tapi, diskriminasi terhadap kelapa desa harus segera dihentikan,” ujarnya bersemangat seperti dilansir sinarharapan.co.id.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Sudir memimpin aksi unjuk rasa seluruh kepala desa ke Jakarta. Di depan Kan-tor Departemen Dalam Negeri dan di depan Istana, para ke-pala desa menuntut agar status mereka sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Belakangan, sejumlah nama tokoh nasional disebut Sudir sebagai pendukung Partai Parade Nusantara, meski se-cara struktur tak masuk dalam pengurus. Mereka antara lain Marwah Daud Ibrahim, Pra-bowo Subianto, Kiflan Zein, Basofi Sudirman dan Rya-mizard Ryacudu.(shc)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin