|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
04 April 2007
|
|
Bulog
Harus Serap 30 Persen Produk Beras Lokal
|
Agar harga beras bisa stabil, maka diharapkan Bulog bisa menyerap produk beras lokal sebanyak 30 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Ir Herry Rotinsulu kepada wartawan, kemarin.
Dikatakan Rotinsulu, sepanjang tahun 2007 ini, produksi beras dari sejumlah daerah di Sulut diprediksi sebesar 260.000 ton. “Dan untuk panen saat ini diperkirakan sebesar 50.000 ton,” kata Rotinsulu.
Hal ini dikatakan Rotinsulu terkait dengan keluarnya HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang baru. “Kita harapkan dengan HPP baru tersebut, Bulog akan bisa membeli beras produk petani disekitaran 30 persen dan sisanya akan terserap ke pasar,” kata Rontinsulu.
Sementara terkait dengan keputusan pihak Bulog yang hanya akan membeli beras lokal sebanyak 3.000 ton, menurut Rotinsulu, itu hal yang perlu disesalkan. Sebab kalau terjadi kelebihan produksi, lantas siapa yang akan menanggulanginya.
Sebagaimana diketahi bahwa saat sejumlah daerah sentra produksi beras di Sulut, seperti Bolmong dan Minahasa, sudah sementara melakukan panen. Hal ini ternyata berdampak pada penurunan harga beras di pasaran selang beberapa minggu terakhir ini.
Meski demikian, Bulog masih tetap melaksanakan program Operasi Pasar Murah (OPM) disejumlah daerah yang dianggap rawan pangan, terutama di daerah perkotaan yang sampai saat ini harga berasnya masih tetap tinggi.
Adapun HPP baru yang ditetapkan pemerintah sesuai Kepres No 3 Tahun 2007 yaitu, gabah kering panen ditingkat petani Rp 2000/ Kg dan dipenggilingan Rp 2.035/Kg. Sementara untuk gabah kering giling di penggilingan Rp 2.575/ Kg, Bulog Rp 2.600 dan beras Rp 4.000.(ami)
Daftar HPP Yang Baru
No Jenis Lama(Rp) Baru (Rp) Kenaikan (%)
1. Gabah kering ditingkat petani 1.700 2.000 17,65
2. Gabah kring digilingan 1.730 2.035 17,63
3. Gabah kering giling di Penggilingan 2.250 2.575 14,4
4. Bulog 2.280 2.600 14,65
5. Beras 3.550 4.000 12,7
Sumber: Kepres No 3 Tahun 2007.
|
|