|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
04 April 2007
|
|
Lomban imbau matangkan persiapan jelang
Unas
“Pelajar Kristen se-Sulut Harus Jadi Ujung Tombak WOS dan MKPD”
|
Selain mengimbau agar para siswa mematangkan persiapan Ujian Nasional (Unas), Kadis Diknas Sulut Drs Alvius Lomban MSi yang mewakili Gubernur SH Sarundajang dalam Semiloka Siswa-Siswi Kristen se-Kota Manado Dalam Menghadapi World Ocean Summit (2009) dan Tahun Pariwisata Dunia (2010) Selasa (03/04) di Ritzy Hotel, mengharapkan agar pelajar Kristen se-Sulut menjadi ujung tombak WOS dan Tahun Pariwisata Dunia.
“Sebagai siswa-siswi Kristen khususnya dan pelajar se-Sulut pada umumnya harus berperan aktif dalam pelaksanaan WOS dan Tahun Pariwisata Dunia nanti. Karena bagaimanapun juga kalian harus ada di jajaran terdepan atau dengan kata lain sebagai ujung tombak dalam sosialisasi program ini,” kata Lomban saat membuka kegiatan Komisi Kategorial Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM.
Peran siswa Sulut katanya dapat diwujudkan dengan menampilkan nilai-nilai budaya, bersikap halus dan beretika. Sebab menurutnya lewat pelayanan yang ramah, halus budi serta menguasai budaya Sulut dan ditampilkan kepada tamu WOS nanti setidaknya akan meninggalkan pesan dan kesan sehingga diharapkan ke sepan mereka kembali lagi ke Sulut.
Sementara sambutan gubernur yang dibacakan Lomban mengharapkan agar siswa Kristen mengenali jati diri sebagai kader muda.Sebagai pelajar Kristen harus mengenal jati diri sendiri, menggali dan mengembangkan potensi, belajar keras, penuh integritas, mengasah kemampuan sehingga mampu mengaktualiasaikan hidupnya di masa depan.
“Tentunya semua itu diimbangi dengan internalisasi nilai-nilai moral, etika dan budi pekerti berdasar pada nilai-nilai Kristiani. Hindarilah segala macam kenakalan remaja seperti penggunaan narkoba, miras, seks bebas apalagi perkelahian antarpelajar,” kutip Lomban. Di sisi lain harapan Sarundajang sebagaimana dibacakan Lomban, belajar menghargai dan menghormati heteroginitas dalam lingkungan pluralisik harus dikedepankan. “Hindari sifat ekslusifisme, pahami makna manungal dalam kebhinekaan, bhineka dalam kemanunggalan atau kesatuan dalam kepelbagaian tanpa mengorbankan nilai-nilai iman dan iman itu tak mengganggu iman yang lain,” harapnya.
Menjelang dan menyukseskan WOS nanti harapan Pemerintah Propinsi Sulut setidaknya para siswa mengembangkan potensi diri, mensosialisasikan WOS ke masyarakat, menjaga kamtibmas, mempromosikan potensi dan keungulan Sulut juga memelihara kebersihan maupun obje-objek wisata.(irv)
|
|