|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
05 April 2007
|
|
Pelaku menggunakan pakaian loreng
Perampokan di Makodim Bolmong Direkonstruksi
|
Upaya pengungkapan dua perampok di Makodim 1303 Bolmong yang telah mengga-sak uang gaji Rp 460 juta, te-rus dilakukan. Bahkan kema-rin (04/04), telah digelar re-konstruksi super ketat di TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Rekonstruksi itu melibatkan langsung dua korban, dan turut disaksikan Danrem 131 Santiago Kolonel Inf Adi Mul-yono didamping Dandim 1303 Bolmong Letkol Czi Wiryo. Wartawan pun tidak diperke-nankan meliput dari dekat, melainkan hanya memantau dari jarak sekitar 40-an me-ter dan juga tidak diizinkan mengambil gambar.
Dari kejauhan, tampak Ser-ka Tri Sulo yang lengan kiri-nya masih dibalut perban ma-suk dalam ruangannya. Se-dangkan korban tembak Kop-tu Kasim Tarakaka dibopong dengan kursi, mengingat be-lum bisa berjalan, lalu stand bye dalam kantin yang ada di bagian belakang gedung Ma-kodim. Terlihat juga sejumlah Polisi militer dan beberapa intel yang turut menyaksikan rekonstruksi tersebut.
Scene pertama dalam re-konstruksi, dimulai ketika Tri Sulo masuk dalam ruangan-nya. Beberapa saat kemu-dian, seorang perampok ber-pakaian loreng dengan helm hitam yang menutupi wajah, masuk dalam ruangan juru bayar (bukan dua orang pe-rampok yang pakai loreng se-perti diberitakan sebelumnya, red). Sedangkan rekannya yang satu lagi, tidak dipe-rankan dalam rekonstruksi itu. Perampok yang satu ini kabarnya hanya pakaian sipil dan bertugas memantau situasi, tapi posisinya saat kejadian belum diketahui.
Setelah beberapa menit dalam ruangan itu, tiba-tiba perampok tadi berlari keluar dengan kantong plastik hitam yang diduga berisi uang dan pistol. Disusul Tri Sulo keluar dari pintu ruangannya de-ngan lengan berdarah. Tri Su-lo berusaha mengejar sembari berteriak ‘’Tolong, tolong, tolong.’’
Mendengar teriakan itu, Koptu Kasim yang diperankan anggota lain langsung keluar dari dalam kantin. Perampok tadi yang berlari menuju ba-gian belakang, lewat depan kantin, sempat terhenti be-berapa saat karena dicegat Kasim. Namun ia mengokang pistol jenis P-1 hasil curian dari juru bayar, lalu meng-arahkan ke lutut kanan Ka-sim. Dor ! Bunyi itu mengge-legar, seiring dengan terka-parnya Koptu Kasim di depan pintu kantin.
Sementara perampok terus berlari menuju pagar di sam-ping kantin, lalu melompat dan keluar ke jalan kecil di samping gedung Makodim. Dia kemudian berlari ke arah timur menuju pertigaan, ka-rena di sana sudah ada rekan-nya yang menunggu dengan sepeda motor yang belum di-ketahui jenisnya, lalu kedua-nya langsung tancap gas.
Tak ada yang bisa dimintai keterangan usai rekonstuksi tersebut. Namun harian ini dapat menghubungi Dandim 1303 Bolmong Letkol Czi Wir-yo, sore harinya. Meski mem-benarkan adanya rekonstruk-si tersebut, namun Dandim masih enggan berbicara ba-nyak.
Rekonstruksi itu untuk mencocokkan keterangan yang diterima. Kedua korban dibawa ke lokasi rekonstruk-si, katanya, sembari menja-wab belum tahu ketika dita-nya apakah sejauh ini sudah indikasi-indikasi tersang-kanya.(tus)
|
|