|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
05 April 2007
|
|
Komnas PA: 7 dari
9 Ibu Selingkuh
|
Kalau dulu pernah ada penelitian yang menyebutkan, 2 dari 3 pria beristri pernah selingkuh, kini sebaliknya. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengung-kapkan dari 9 kasus perce-raian akibat perselingkuhan, 7 di antaranya dilakukan oleh ibu yang berselingkuh dengan pria lain.
“Memang mengejutkan, tapi itulah yang kami temukan,” kata Sekretaris Jenderal Kom-nas PA, Arist Merdeka Sirait dalam acara “Mengupas Ma-salah Aktual Anak”, di Kantor Komnas PA, Jakarta, Rabu (04/04).
Ia menambahkan, penyebab perceraian terbesar adalah masalah ekonomi. Dari 109 kasus perceraian yang dila-porkan ke Komnas PA pada 2006, 26 kasus (23,85 persen) terjadi karena faktor ekonomi. Faktor lain karena pertengka-ran terus-menerus 21 kasus (19,26 persen), kekerasan da-lam rumah tangga 13 kasus (11,92 persen), perselingku-han 9 kasus (8,25 persen), dan campur tangan dari ke-luarga 15 kasus (13,76 per-sen), kelainan seksual 4 kasus (3,66 persen). “Faktor lainnya adalah ketidakcocokan, seba-nyak 21 kasus,” katanya.
Menurut Arist, angka perce-raian cenderung meningkat setiap tahun. Sepanjang ta-hun 2006, setidaknya terjadi 3000 kasus perceraian di DKI Jakarta atau sekitar 100 kasus pada setiap pengadilan setiap bulannya. “Diprediksi, kasus perceraian akan terus meningkat sebesar 3,6 persen setiap tahun,” katanya.
Tingginya tingkat perceraian berdampak langsung pada kesejahteraan anak. Menu-rutnya, anak adalah korban uta-ma perceraian. Secara umum, ia melanjutkan, selain berdam-pak negatif pada proses tum-buh kembang anak, perceraian juga menghilangkan hak-hak anak untuk mendapat asuhan dan berkumpul bersama ke-luarga. “Mereka (anak) selalu ja-di korban dari pertikaian orang tua mereka?” katanya.(tmp/*)
|
|