HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

07 April 2007

Kami Menyayangimu Cliff.., Tapi Tuhan Lebih Menyayangi


“KU tak membawa apapun jua saat kudatang ke dunia. Ku-tinggal semua pada akhirnya saat kukembali ke surga…’’ De-mikianlah penggalan lagu yang dibawakan Novelia dan No-venia, adik kembar Cliff Muntu (alm) yang mengiringi pemaka-man kakak tersayang, praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang juga meru-pakan putra terbaik Sulawesi Utara yang meninggal Senin (02/04) lalu. 
Berdasarkan pantauan ko-ran ini Kamis (05/04) kema-rin, rumah almarhum dibanjiri pelayat. Sebelumnya juga hadir melayat di rumah duka Walikota Manado Jimmy Rim-ba Rogi SSos, Sekretaris Kota Ir Vecky Lumentut MSi, Ketua DPRD Manado Ferro Taroreh dan beberapa anggota legis-latif. 
Terlihat juga Plt Sekprop Sulut, Drs Robby Mamuaja yang memberikan sambutan mewakili Gubernur Sulut, beberapa pejabat di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bang-sa Propinsi JJ Mongkaren, Kepala BKD Manado J Suwuh, Camat Mapanget Drs I Su-mampouw SSos MSi. Pemaka-man ini dihadiri oleh kerabat, sahabat-sahabat almarhum baik di sekolah maupun di gereja, sebagian guru-guru SMU 9, dari pemerintah bah-kan dari Ikatan alumni purna praja STPDN/IPDN. 
Begitu juga dengan bunga papan yang tampak dipajang di jalan. Kurang lebih 18 bu-nga papan yang ada selain dari Pemerintah Sulawesi Utara, juga dari Rektor IPDN, Ikatan alumni purna praja STPDN/IPDN dan lain-lain. Ibadah pemakaman dimulai jam 12 siang yang diawali dengan puji-pujian. 
Puji-pujian yang dibawakan oleh teman-teman almarhun semasa bersekolah di SMU 9 dan juga beberapa guru me-nyebabkan warga meneteskan airmata karena puji-pujian ini diselingi puisi yang dibawakan oleh salah seorang adik kelas Cliff. Begitu juga dengan pujian yang dibawakan oleh purna praja STPDN/IPDN. Bahkan warga tak bisa mena-han haru lagi ketika rekan-rekan seangkatan Cliff di IPDN yang diwakili oleh Julia Sa-nger, Maykel Waworuntu dan Hendra Rondonuwu menyam-paikan kata-kata terakhir lewat telepon yang diperde-ngarkan kepada para pelayat.
“Kami semua yang ada di sini menyayangimu Cliff, tetapi Tuhan ternyata lebih sayang kepadamu. Semoga keluarga merasa bangga memiliki seorang Cliff ,” tutur ketiga teman almarhum sambil me-nahan isak.
Pelayat semakin terharu ketika kedua adik kembar al-marhum Lia dan Nia mem-bacakan riwayat hidup Cliff sambil tersendat-sendat dan mempersembahkan pujian terakhir untuk sang kakak tersayang. Walaupun ber-usaha tegar, tapi tetap saja ibunda Cliff seperti tak percaya dan nampak terpukul. Sebe-lumnya Ny Rondonuwu selalu mengelus tiga penghargaan yang diperoleh Cliff di bidang drum band, polpra dan pem-bawa pataka yang disematkan dibaju bawa saku kirinya. “Dia bilang ini tiga penghargaan dia dapa dengan darah,” tutur ibunda tercinta, sambil me-nangis. Bahkan sang oma dari pihak mama tampak tak kuat mengalami kenyataan ini sehingga beberapa kali ping-san. 
“Cliff adalah cucu kesaya-ngannya, dan dia juga dekat dengan oma-nya,” tutur se-orang kerabat almarhum. Iba-dah pemakaman dipimpin oleh Frangki Munaiseche Gembala GPDI. Setelah ibadah keluarga yang tampil seragam dengan mengenakan pakaian putih dan dasi hitam membawakan pujian ‘’Bapa ku berterima Ka-sih’’. Walaupun dengan kepe-dihan mendalam keluarga tetap membawakan lagu hing-ga selesai. Peti yang sebenar-nya akan diangkat oleh pihak keluarga hingga ke halaman, akhirnya diangkat oleh teman-teman SMU Cliff setelah memprotes kepada MC. 
Atas peti ditutup dengan ben-dera merah putih. Selanjutnya diangkat oleh purna praja STPDN yang diiringi hymne Abdi Praja, sambil memberi-kan penghormatan terakhir. Jenasah kemudian dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Kairagi I. Yang meng-angkat peti dari mobil sampai ke pekuburan adalah purna praja STPDN sebagai koman-dan regu Severson Sumam-pouw lulusan STPDN 2006. Di TPU ini juga tetap dibanjiri pelayat. 
Ibadah di pekuburan dipim-pin oleh Pdt Eddy Wanjoyo, STh dari GBI Gilgal. Almar-hum Cliff dimakamkan dide-kat opa tercinta dari pihak mama. Ketika peti diturunkan teman-teman gereja maupun sekolah Cliff tak dapat mena-han isak tangis bahkan ada seorang yang sempat pingsan hingga harus dipapah teman-temannya keluar dari pekubu-ran.
“Diharapkan nanti selama 3 hari di sana (Jatinangor red) kita bisa memperoleh fakta dan data yang jelas tentang kematian Cliff. Sekembalinya dari sana hasil yang diperoleh akan dipublikasikan kepada masyarakat,” tutur JJ Mong-karen, Kepala Badan Kesa-tuan Bangsa Propinsi. 
BAHAGIA
Ada seorang dara manis yang sangat berduka kehilangan sosok Cliff Muntu. Dia adalah Bahagia Sangian. Dara manis yang biasa disapa Gia ini sangat terpukul atas mening-galnya Cliff sahabat dekat yang lebih dari kakak adik.Gia yang diwawancarai oleh se-jumlah wartawan Kamis (05/04) lalu mengaku kalau me-ngetahui kematian Cliff dari seorang sahabat pada hari Cliff meninggal yaitu pada Senin (02/04) lalu. 
“Saya tahu dia meninggal dari seorang teman, karena tidak percaya saya menelpon mamanya malam itu juga, saya pikir April mop kan baru lewat ternyata memang betul dia meninggal. Saya seperti tidak percaya, saya sangat kehilangan sahabat yang banyak membantu saya,” tutur Gia sambil sesekali menunduk.
Lebih lanjut menurut ma-hasiswi IBA Unsrat ini pertama kali ketemu dengan Cliff waktu kelas 2 SMP di Gereja GPDI. Dia itu orang yang bertanggung jawab dan pintar, tapi yang paling berkesan ketika sama-sama melayani di gereja satu altar sebagai quayers. Ada satu yang dia berikan pada saya yaitu foto bersama sepupunya. Di situ dia me-makai jaket IPDN. Foto itu ma-sih saya simpan sampai se-karang.
“Terakhir ketemu pada bulan Januari lalu sebelum dia balik ke Jatinangor. Ketemunya di gereja, tetapi tidak ada tanda-tanda kalau dia akan me-ninggal. Dia nda pernah bilang tentang kekerasan yang terjadi di sana, karena dia nyanda mau beking orang khawatir,” tambah dara manis berusia 17 tahun ini.
Berdasarkan pantauan ko-ran ini Gia terus mengikuti prosesi pemakaman sampai ditempat peristirahatan terak-hir Cliff di TPU Kairagi 1. Bahkan di pekuburan ini Gia tidak bisa lagi menahan isak tangisnya akibat kepergian Cliff, hingga harus terus didam-pingi teman-temannya.(tr-01)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin