HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

07 April 2007

Pelaksanaan Ibadah Jumat Agung
Manado Aman dan Khusuk, Jakarta Hujan dan Angin


Cuaca Kota Manado dan se-kitarnya sangat cerah dan te-nang saat umat Kristiani iba-dah perjamuan memperingati Jumat Agung, kemarin (06/04). Ibadah di setiap gereja yang tersebar di Manado dan seki-tarnya, berlangsung khusuk. 
Tapi cuaca sedikit kontras terjadi di Jakarta. Hujan deras dan angin kencang disertai se-sekali geledek, menggelegar ibukota di saat perayaan Ju-mat Agung. Alhasil, umat Kris-tiani yang menyanyikan ki-dung misa Jumat Agung da-lam rangkaian Paskah harus beradu dengan suara hujan.
“Iya Mas, hujannya gede ba-nget, terdengar sampai da-lam. Ya, merusak suasana ja-dinya. Tapi semoga ini menjadi berkah Paskah,” ujar salah satu jemaat, Silvana di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (06/04).
Akibat hujan itu, Panitia Pe-ringatan Paskah Gereja Ka-tedral kewalahan mengurus tenda yang bocor di beberapa titik. Namun karena jemaat yang duduk di tenda tidak ba-nyak, maka tidak terlalu meng-ganggu.
Akibat hujan deras, lalu lintas di depan Gereja Katedral macet. Orang yang akan keluar dan masuk ke gereja sedikit terta-han. Apalagi banyak orang yang akan Salat Jumat di Mas-jid Istiqlal yang berada di seberang Gereja Katedral. 
Dari Surabaya, terjadi hujan lebat. Namun di bawah cura-han hujan, drama berjudul Ja-lan Salib tetap dipentaskan. Je-maat gereja pun tidak kuasa menahan tangis. Drama Jalan Salib digelar di Gereja Katolik Santa Perawan Maria, Jalan Kepanjen, Surabaya. Drama itu mengisahkan, Yesus dipaksa memikul kayu salib dan memakai mahkota berduri dengan menggunakan jubah berwarna ungu. 
Selama perjalanannya ke Bukit Tengkorak atau dalam bahasa Ibrani disebut Golgota, ia dilempari batu dan teriakan pun terdengar. Salibkan dia.. salibkan dia !!! Adegan terakhir menceritakan Yesus dengan su-sah payah sampai bukit Golgota dan kemudian disalibkan bersama dua orang lainnya. Pada saat Yesus disalibkan ba-nyak umat yang menitikkan air mata. “Dia benar anak Allah pe-nyelamat manusia,” kata Yoseph, salah satu pemeran drama.
Hujan yang turun selama 5 menit ini menambah syahdu suasana. Beberapa jemaat meneteskan air mata, termasuk sang sutradara Theresia Widianti. “Ini adalah keajaiban. Alam menolong kita,” ujar Theresia yang tidak menduga hujan bakal turun sambil menangis.(zal/dax/dtc*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin