|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
07 April 2007
|
|
Rembuk Nasional Pendidikan 2007
Fokuskan 10 Masalah Pendidikan
|
Rembuk
Nasional Pendidikan (RNP) 2007 yang digelar di Pusat
Kegiatan dan Pelatihan Pegawai (Pusdiklatpeg)
Depdiknas Sawangan Bogor akan dibuka secara resmi
Mendiknas Bambang Sudibyo, Minggu (08/04).
Se-bagaimana diungkapkan Kadis Diknas Sulut, Drs
Alvius Lomban MSi dan Wakadis Diknas Sulut, Drs
Arnold Poli SH, Kamis (05/04) pertemuan itu akan
memfokuskan pada 10 pembahasan pokok masalah
pendidikan.
“Sedikitnya ada 10 pokok pembahasan yang menjadi fokus pada RNP 2007,” kata Lomban dan Poli.
10 pokok pembahasan ter-sebut adalah Penuntasan target Renstra tahun 2007, 2008, dan 2009; permasa-lahan pelaksanaan dana Dekonsentrasi; Sosialisasi pemberantasan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta Demo-E-Announcement di lingku-ngan Departemen Pendidikan Nasional; Hasil pelaksanaan MoU bidang pendidikan; Pe-nyelesaian rehabilitasi gedung sekolah; Penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun; Pemberan-tasan Buta Aksara; Persiapan Ujian Nasional tahun 2008 dan implementasi KTSP; Sertifikasi guru dan dosen, Akreditasi sekolah/madrasah (S/M) dan Akreditasi Pergu-ruan Tinggi; Terpasangnya Jardiknas/Inheren yang memberikan akses kepada semua pendidikan mene-ngah.
Menurut Poli, RNP 2007 dimaksudkan sebagai lang-kah dan tindakan konkret pemerintah pusat, pemerin-tah daerah, dan unsur terkait lainnya dalam rangka pen-capaian target sasaran prio-ritas Rencana Strategis De-partemen Pendidikan Nasio-nal (Renstra Depdiknas) Tahun 2005-2009, meman-tapkan pelaksanaan Program Tahun 2007, dan menyiapkan Rancangan Program Tahun 2008.
Sementara Kepala Pusat Informasi dan Humas, Bam-bang Wasito Adi, mengatakan RNP tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebe-lumnya. “RNP 2007 kental dengan nuansa Information and Communication Tech-nology (ICT) sebagai suatu kebutuhan yang tidak ter-pisahkan dalam bidang pendidikan,” kata Bambang pada acara Jumpa Pers RNP 2007, di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas Jakarta lalu.
Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, Lilik Gani, me-nambahkan dengan adanya nuansa ICT diharapkan dapat menggugah para peserta untuk menerapkan ICT di daerah masing-masing. Jadi dengan nuansa ICT dapat menumbuhkan interest me-reka dan menerapkannya, baik sisi infrastruktur dan Content.
RNP 2007 yang bertemakan Pemantapan Koordinasi Untuk Penuntasan Target Renstra 2005-2009, akan dihadiri 757 orang peserta. Antara lain: Pimpinan Komisi X DPR; Ketua Ad-Hoc III DPD; Ketua Badan Standar Na-sional Pendidikan (BSNP); Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT); Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M); Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF); Pejabat Eselon I dan II Depdiknas; Rektor Univer-sitas/Institut Negeri; Ketua Sekolah Tinggi Negeri; Di-rektur Politeknik Negeri; Koor-dinator Kopertis; Kepala Di-nas Pendidikan Propinsi; Kepala Dinas Pendidikan Ka-bupaten/Kota, dan; Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), serta; Pusat Pembina-an dan Pengembangan Pen-didik dan Tenaga Kependidi-kan (P4TK).
Tujuan RNP 2007 mewujud-kan kesepahaman berbagai pihak yang berkaitan dengan pembangunan pendidikan dalam rangka (1) Pening-katan pemerataan dan per-luasan akses; (2) Peningka-tan mutu, relevansi, dan daya saing, dan; (3) Peningkatan tata kelola (good governan-ce), akuntabilitas, dan citra publik.(irv/mio)
Ke-10 Topik pembahasan RNP 2007
1. Penuntasan target Renstra tahun 2007, 2008, dan 2009.
2. Permasalahan pelaksanaan dana Dekonsentrasi.
3. Sosialisasi pemberantasan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta Demo-E-Announcement di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
4. Hasil pelaksanaan MoU bidang pendidikan.
5. Penyelesaian rehabilitasi gedung sekolah.
6. Penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.
7. Pemberantasan Buta Aksara.
8. Persiapan Ujian Nasional tahun 2008 dan implementasi KTSP.
9. Sertifikasi guru dan dosen, Akreditasi Sekolah/Madrasah (S/M) dan Akreditasi Perguruan Tinggi.
10.Terpasangnya Jardiknas/Inheren yang memberikan akses kepada semua pendidikan menengah.
|
|