|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
09 April 2007
|
|
JJM: Pimpinan IPDN sebaiknya mundur
Vonnie Minta 8 Praja Minut di IPDN Waspada
|
Berbagai reaksi keras di-sertai nada kecewa dilontar-kan kalangan pejabat dan to-koh politis di Sulawesi Utara terkait tewasnya praja asal Sulut di kampus IPDN akibat penganiayaan. “Ini sangat me-malukan dan kami meminta Mendagri mengevaluasi ki-nerja Pimpinan IPDN. Sebaik-nya mereka dikeluarkan,’’ ungkap Bupati Minut Vonnie Panambunan kepada koran ini, kemarin (08/04).
Selain itu, Panambunan juga meminta 8 praja asal Minut yang sedang menimba ilmu di kampus IPDN agar waspada. ‘’Telepon atau sms saya bila ada perlakuan yang tidak wajar, atau lapor yang berwajib. Tidak ada hukum rimba. Pemkab juga akan selalu memonitor keadaan 8 praja Minut,’’ ungkap Vonnie seraya meminta orangtua praja juga agar secara intens menjalin komunikasi dengan anak-anak mereka yang sedang kuliah di IPDN.
Sedangkan sejumlah pro-pinsi telah menyatakan, un-tuk menghentikan pengirim-an praja ke IPDN. Salah satu-nya Pemprop Kalimantan Ba-rat (Kalbar), mulai tahun akademik 2007/2008 secara bertahap menghentikan pe-ngiriman mahasiswa ikatan dinas kuliah di IPDN. Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kalbar, Ignatius Lyong membenarkannya. Hal itu dilakukan karena sering mencuatnya kekerasan an-tarsesama mahasiswa di lingkungan Kampus IPDN sehingga memicu kekha-watiran para orangtua.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI asal Sulut, Jeffrey Johanes Massie (JJM) juga meminta agar pimpinan IPDN bertanggung jawab atas tewasnya praja Cliff Muntu yang dianiaya seniornya. ‘’Bu-kan hanya pelaku saja yang diganjar, tapi pimpinan IPDN turut bertanggung jawab. Mundur dari jabatan merupa-kan bentuk pertanggung-jawaban yang paling mini-mal,’’ kata JJM sembari me-minta, agar motif dari aksi penganiayaan Cliff diusut. ‘’Apa motifnya perlu diusut? Semoga tidak ada unsur SARA,’’ tandasnya
Diperoleh informasi, Senin (09/04) ini, Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi, bakal dipanggil Presiden SBY. “Presiden telah memerintah-kan dilakukan perubahan-perubahan yang dianggap perlu dalam lingkungan IPDN. Presiden ingin mengetahui perkembangan dari langkah-langkah yang diperintah-kannya saat melantik praja IPDN beberapa waktu lalu,” kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, Sabtu (07/04).
Pertemuan akan digelar di kantor kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Ja-karta Pusat. Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan Mendagri Ad Interim Widodo AS juga dijad-walkan akan hadir. Dikata-kan dia, SBY sangat prihatin dengan terulangnya kekeras-an di IPDN. Apalagi kasus te-wasnya praja Cliff Muntu bu-kan yang pertama kali terjadi.
“Karena itu, SBY sangat ingin mengetahui perbaikan apa yang dilakukan rektorat IPDN dan bagaimana pelaksa-naan di lapangan, sehingga kasus kekerasan masih ter-jadi,” ujarnya.(rik/zal)
|
|