|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
09 April 2007
|
|
Depag
Sulut Didesak Bersifat Transparan
|
Hearing Komisi A dan D di Kantor Dewan Sulut, Kamis (05/04) mendesak Kanwil Departemen Agama (Depag) Su-lut transparan terhadap semua permasalahan yang ada. Di antaranya, soal kuota haji, KKN, pengelolaan proyek, CPNS, penyaluran bantaun Alkitab dan Al-Qur’an. Bah-kan, biaya lokal. Bahkan, gaya kepemimpinan Kakanwil turut menjadi perhatian.
Adapun hearing dipimpin lang-sung Ketua Komisi A Djemi Lelet beserta anggota lainnya, seperti Drs Ruben Saerang, Benny Rhamdani, Abid Takalamingan. Menariknya, Kakanwil Depag Sulut Drs Halil Domu MSi secara terang-terangan mengakui soal jatah Sulut yang telah direbut jemaat lain, pemalsuan KTP, KK oleh jemaah haji. Akan hal ini, pihaknya bakal mengambil tin-dakan tegas kepada pegawai yang terlibat di dalamnya. “Ten-tunya, tindakan yang saya laku-kan harus sesuai dengan prose-dur yang ada. Jika sudah ada bukti-bukti yang kuat dan me-ngarah, baru ada tindakan. Kare-na, bagaimanapun hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tegas-nya.
Tak kalah menarik lainnya, ter-nyata soal gaya kepemimpinan Domu juga turut menjadi perha-tian. Menyangkut adanya pe-ngawalan khusus dari anggota AU selama dirinya menjabat se-bagai Kakanwil. Untuk soal ini, sejumlah anggota dewan menilai bahwa, ada kekhawatiran dari Ka-kanwil, terlebih soal keamanan dirinya. Dan pengawalan ini juga dinilai tidak masuk akal, karena kenapa harus dari Angkatan Uda-ra, bukannya dari pihak kepo-lisian, jika memang diperlukan. Hal ini dilontarkan oleh Abid Ta-kalamingan. Namun, sangat disa-yangkan, meskipun Benny Rhamdani mendesak agar hal ini bisa dituntaskan secepatnya. Mengingat menyangkut masalah keumatan. Namun, karena wak-tu yang singkat dan alasan persi-apan Jumat Agung sejumlah anggota dewan, akhirnya hea-ring ditunda. Namun kapan ke-lanjutan dan pelaksanaannya be-lum dipastikan. Akan persoalan yang ada di tubuh Depag, Domu sendiri menyatakan siap me-nyelesaikan masalah ini satu per satu.(aan)
|
|