|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
09 April 2007
|
|
Yal:
Bubarkan saja IPDN
DPRD Sulut Dukung Langkah Gubernur Gugat IPDN
|
Gugatan yang dilayangkan Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang kepada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terkait kematian praja muda asal Sulut, Cliff Muntu akibat tindak kekerasan yang dilakukan sejumlah siswa lembaga pendidikan tersebut, menuai dukungan penuh dari anggota DPRD Sulut. Bagi mereka, tindak kekerasan yang dilakukan siswa senior IPDN terhadap Muntu merupakan suatu bentuk premanisme yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum.
Dukungan terhadap lang-kah gubernur untuk meng-gugat IPDN diungkapkan langsung di antaranya oleh Ketua DPRD Sulut Drs Syac-hrial Damopolii, Wakil Ketua DPRD Sulut Djenry Keintjem SH, Ketua Badan Kehormatan Jemmy Lelet, Ketua Fraksi Partai Golkar AHJ Purukan, Ketua Fraksi PDIP James Karinda SH dan sekretarisnya Steven Kandouw, Ketua Frak-si PDS Ir Jimmy Rembet, Ke-tua Komisi B Victor Mailang-kay SH serta dua personelnya Telly Tjanggulung dan Drs Edison Masengi.
“Kami sangat mendukung upaya gubernur menggugat IPDN, sebab kematian Cliff Muntu merupakan suatu ben-tuk tindak pidana yang harus dipertanggung jawabkan se-cara hukum. Nasib naas yang dialami Muntu bukan hanya persoalan pihak keluarga, te-tapi juga persoalan Sulut. Sebab Muntu adalah siswa IPDN yang mewakili Propinsi Sulut,” ujar mereka kepada Komentar belum lama ini.
Sebagian legislator berpen-dapat, langkah tepat yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah munculnya kembali kasus serupa adalah dengan merombak manaje-men IPDN. Sementara itu, di lain pihak sejumlah legislator menilai solusi yang paling te-pat adalah membubarkan lembaga pendidikan ter-sebut.
“Praja IPDN dididik bukan untuk dipersiapkan mengha-dapi medan pertempuran, tetapi dipersiapkan untuk melayani masyarakat. Jadi tidak wajar kalau IPDN mela-kukan pembinaan dengan cara-cara militer, apalagi sampai mengarah kepada tindak kekerasan,” ujar para legislator.
Secara terpisah, Syachrial Damopolii mengatakan, lem-baga tempat mendidik calon birokrat tersebut sebaiknya ditutup saja. “Kematian Cliff Muntu merupakan kasus untuk yang kesekian kalinya. Karena itu, pemerintah harus menyikapi persoalan ini secara tegas. Kalau pemerin-tah tidak mampu, maka kami meminta agar IPDN ditutup saja supaya tidak terus-terusan menjadi tempat pembunuhan putra-putri terbaik bangsa ini,” tandas Yal, sapaan akrab Syachrial.
Meninggalnya Cliff Muntu, kata Damopolii, merupakan bukti kalau selama ini peme-rintah kurang tegas menyikapi persoalan di IPDN. “Kalau sejak awal pemerintah tegas, saya kira kasus seperti ini tidak akan terjadi lagi,” imbuhnya.(ran/ami)
|
|