HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

10 April 2007

Alumnus IPDN Asal Bolmong Patah Rusuk


Aksi premanisme di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), mulai terkuak satu demi satu. Setelah Praja asal Manado bernama Aria membeberkan penganiayaan yang dialaminya sehingga ka-bur dari IPDN, kini penga-kuan tentang adanya keke-rasan di kampus pencetak para camat itu datang dari alumnus IPDN asal Bolmong, Rio Lombone SSTP. 
Malah Rio kepada koran ini saat ditemui di Kotamobagu kemarin (09/04) mengatakan, tiga buah tulang rusuknya pernah patah akibat mene-rima pukulan dari seniornya dulu. ‘’Napa kita pe rusuk kiri ada tiga yang patah. Mar me-mang so bagitu depe pendi-dikan di sana. Tapi ketika saya jadi senior, saya tidak pernah membalas perlakuan seperti itu kepada junior, se-bab saya tahu dipukuli seperti itu sakit rasanya. Dan perlu diketahui, sebenarnya ang-katan kami tahun 2002-lah yang memelopori pengha-pusan kekerasan di sekolah pemerintahan ini,’’ tuturnya.
Oleh sebab itu, Sarjana Sain Terapan Pemerintahan IPDN ini mengatakan heran jika aksi kekerasan masih saja terjadi di IPDN. 
Tapi sewaktu masa kuliah-nya dulu, diakuinya kekeras-an merupakan santapan ha-rian. Dikatakannya, sebelum masuk ke sana, hampir se-mua dari mereka tidak pernah diajarkan berkelahi. ‘’Tak he-ran hampir semua junior selalu kaget dengan perla-kuan kejam demikian,’’ tan-dasnya.
Seiring munculnya kasus Cliff Muntu, Rio menawarkan satu solusi. Katanya, yang mampu menghapuskan keke-rasan di IPDN hanyalah pihak Depdagri. Sebab tidak mung-kin pemerintah, apalagi pim-pinan IPDN, tidak tahu-me-nahu soal itu. Sederhananya, Rio menyampaikan contoh sederhana, ibarat anak TK yang belum tahu apa-apa saat mulai masuk sekolah. 
Ketika ada seorang anak yang melakukan kekerasan atau penganiayaan kepada temannya sendiri, yang terjadi di sekolah itu, tidak mungkin gurunya tidak tahu. Sehingga untuk mengatasinya, sang guru harusnya melarang de-ngan tegas atau pun menase-hati sang anak yang memukul temannya.
Jadi sekarang ini, untuk menghapuskan kekerasan di IPDN, kuncinya hanya niat baik Depdagri dan Pimpinan di IPDN. ‘’Itu saja. Jangan ha-nya senior terus yang diper-salahkan,’’ ucapnya lagi. 
Sementara mengenai ada-nya aspirasi untuk membu-barkan IPDN, dia menyatakan sangat tidak setuju. Apalagi solusi yang disampaikan da-lam acara parodi berjudul Re-publik Mimpi yang ditayang-kan salah satu televisi na-sional, yang menyatakan ka-lau IPDN dibubarkan, maka mahasiswanya dapat dititip di perguruan tinggi lain. 
‘’Dorang kira gampang. Saya sangat tidak setuju dengan pembubaran IPDN. Sebagai sa-lah satu alumni, saya juga ter-singgung dengan berita-berita yang terkesan mempersalah-kan senior-senior di sana,’’ ucapnya lagi dalam bincang-bincang dengan koran ini. 
PEMPROP 
Pada bagian lain, Pemprop Sulut mendatangi IPDN, Senin kemarin pukul 14.45 WIB. Mereka akan meminta kepada lembaga pendidikan milik Depdagri itu bertang-gung jawab atas kematian Cliff Muntu, praja IPDN asal Sulut itu.
Pemprop diwakili oleh Ke-pala Badan Kesbang JJ Mongkaren dan Kepala Biro Hukum Boy Watusuke. Sebe-lum mendatangi IPDN, mere-ka juga mendatangi Polda Jabar, Polres Sumedang dan Polsek Jatinangor. Menurut Mongkaren, kedatangannnya untuk menghimpun informasi soal kematian Cliff Muntu yang merupakan praja terbaik dari Sulut. “Informasi di Sulut masih simpang siur mengenai penyebab kematian Cliff. Kami ingin tahu secara jelas,” ujar Mongkaren.(tus/zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin