CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

10 April 2007

Beli beras dan gabah petani Bulog Siapkan Rp 12,6 Miliar 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Beras Impor Milik Swasta Mulai Masuk Sulut
Era Baru Layanan Otomotif-Telekomunikasi

Bulog Divre Sulut kebagian alokasi anggaran Rp 12,6 miliar dari pemerintah pusat, untuk membeli gabah dan beras petani. Namun angka tersebut diperkirakan akan bertambah sebab masih ada bantuan lainnya yang akan masuk.
Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre Sulut, Noldy Tumigolung kepada wartawan menyatakan, sampai saat ini yang sudah pasti sebesar Rp 12,6 miliar tersebut. 
Untuk pembelian gabah dan beras tersebut, kata Tumigo-lung mekanismenya telah diatur oleh Bulog, di mana akan dilakukan secara ber-tahap. Untuk tahap pertama, pembelian gabah akan dila-kukan sebesar 250 ton, se-mentara untuk beras seba-nyak 3000 ton.
Dalam melakukan pembe-lian, menurut Tumigolung, pi-haknya akan melibatkan pi-hak ketiga, yaitu para pengu-saha yang menjadi mitra Bu-log selama ini. “Mitra kerja kita kurang lebih ada 20-an pengusaha,” kata Tumigolung lagi.
Sebagaimana diketahui bah-wa untuk program pembelian gabah dan beras petani sepanjang bulan April dan Mei, Badan Urusan Logistik (Bulog) pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 triliun. 
Anggaran yang sudah turun tahap pertama untuk periode Januari sampai Maret seebsar Rp 1,4 trilun, untuk tahap April dan Mei tambah lagi Rp 4 triliun. Dengan anggaran sebesar ini diharapkan akan mampu menyerap beras dan gabah dari petani sebesar 900 ribu ton dalam musim panen pertama tahun ini. 
Program ini sendiri dimak-sudkan untuk bisa mensta-bilkan harga beras di pasaran. Sebab tidak menutup ke-mungkinan dengan adanya panen raya tersebut, harga beras bisa jatuh di bawah harga keekonomian.
Guna merangsang petani menjual berasnya kepada Bu-log, maka Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras dan gabah dinaikkan. Upaya ini diharapkan akan mampu menekan keterlibatan teng-kulak mempermainkan harga di tingkat petani.(ami)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin