CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

10 April 2007

Soal selisih uang beras yang tertahan
Asisten III ‘Lempar Bola’, Sekkot Jamin Pasti Dibayar

 

 IKUTI BERITA LAIN

Soal dukungan ke Kumaat dan desakan Watung mundur
“Jangan Bawa-bawa Nama PAC PD”

Permintaan fogging tak digubris
Singkil Diserang DBD, Dinkes Cuek

Distakot Dinilai tak Konsisten

Tempat hibuarn tetap beroperasi saat Paskah
Rekomendasi Disparbud ‘Banci’

Kekerasan di IPDN pelanggaran HAM berat
Ketua Forum Dekan FISIP Minta SBY Lebur IPDN

Libur Fakultatif, Pemkot-Dekot Lengang

SKPD Pemkot Bersihkan Kalimas-Bersehati

Selisih uang beras untuk PNS pemkot yang tak terba-yarkan, ditanggapi berbeda pihak pemkot. Asisten III Drs Servius Sendouw, me-minta untuk ditanyakan langsung kepada Kabag Ke-uangan Wenny Rolos SE. Se-dangkan Sekkot, Ir GSV Lu-mentut MSi MM, menjamin selisih itu pasti dibayarkan. 

“Dananya ada karena sudah dianggarkan. Dan setahu saya sudah ada pada benda-hara-bendahara SKPD. Tapi kalau ingin tanya lebih lanjut, tanya saja pada Kabag Ke-uangan Willy Rolos. Saya ta-kut salah menjawab karena ia lebih tahu,” ujar Sendouw, Senin (09/04). 
Namun saat harian ini hen-dak meminta konfirmasi lebih lanjut kepada kabag keua-ngan, sesuai permintaan Asis-ten III, ketiga nomor telepon selularnya tak aktif. Baik di nomor flexy 3355xx dan 33311xx serta di nomor Mentari 081523686xx. 
Ketidakjelasan nasib selisih uang beras tersebut makin mengkristalkan dugaan ada penyelewengan. “Ini harus di-telusuri sampai tuntas. Kare-na bisa jadi ada penyelewe-ngan. Apalagi ini sudah ham-pir dua tahun tak dibayarkan dan sampai detik ini tak ada realisasinya. Walau sudah dianggarkan tapi kalau tak ada uang. Padahal ini baru salah satu dari sekian hak PNS yang tak dibayar,” ungkap sumber di pemkot sambil mewanti namanya tak disebut. 
Sementara itu, Sekkot Lu-mentut sendiri menjelaskan, selisih uang beras yang harus pemkot bayarkan hanya mencakup bukan Januari 2006 hingga Oktober 2006. “Jadi tidak benar kalau dise-but 22 bulan, karena semen-jak bulan Nopember, kita ba-yarkan sesuai harga beras yang berlaku,” ujarnya secara terpisah. 
Untuk pembayaran selisih dari Januari hingga Oktober 2006 ini, menurut Lumentut sudah dianggarkan dalam APBD 2007. “Jadi saya kira tinggal masing-masing SKPD memasukkan data dan bagian keuangan segera membayarnya. Malah kalau tidak salah, sudah ada SKPD yang mengajukan, dan sementara diproses. Jadi pasti dibayarlah,” tandasnya.(win/ftj)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin