|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
10 April 2007
|
|
Unas tinggal hitung hari
Siswa Harus Pegang Prinsip Ora et Labora
|
Hajatan besar bagi pelajar SMP-SMA tanggal 17-19 April mendatang efektifnya tinggal lima hari untuk mengejar segala ketertinggalan. Tiga hari terakhir dikhususkan untuk masa tenang. Tokoh pendidikan Sulut Fred Tawalujan dan Amin Lasena mengimbau agar anak siswa jangan takut menghadapi ujian dan tetap menjaga konsentrasi selang satu minggu ini, juga berpegang pada prinsip Ora et Labora dengan implementasi pengertian Ikhtiar, Istiqomah dan Tawakal.
“Berkali-kali saya sampaikan kepada orangtua yang memegang tanggungjawab paling besar dalam keberhasilan anaknya nanti. Awasi kegiatan mereka, jangan sampai konsentrasi mereka buyar untuk menghadapi Unas nanti. Anak siswa juga jangan tako-tako mo hadapi ujian nasional, kalau kalian belajar dan menguasai materi maka ketakutan akan sirna,” imbuh Tawalujan.
Sementara itu, Amin Lasena, mengatakan Unas sebenarnya bukan merupakan syarat penentu kelulusan, jadi jangan memaksakan diri terlalu kuat untuk harus mendapat nilai terbaik. Karena ujung-ujungnya bisa mempengaruhi mentalitas siswa, juga bagi orangtua, jagalah kesehatan anak-anak dan yang paling penting adalah keimanan mereka, “Pada dasarnya kalau mereka belajar, yah… apapun yang soal yang dihadapi nanti adalah mudah adanya. Berpegang saja pada prinsip Ora et Labora, bekerja dan berdoa, implementasi pengertiannya adalah Ikhtiar yang berarti berusaha, Istiqomah; tetap konsisten belajar dan konsentrasi dan terakhir Tawakal; menyerahkan diri kepada Allah sepenuhnya, karena Dialah penentu segala keberhasilan kita,” ujar Lasena.
Tawalujan menambahkan, belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, konsentrasi adalah hal mutlak dalam menghadapi sebuah ujian. Tanpa konsentrasi segala sesuatu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, “Maka dari itu saya ingin mengatakan, kebanyakan yang terjadi saat ujian para pejabat datang berduyun-duyun menyaksikan Unas, hal ini sebenarnya sangat mengganggu konsentrasi siswa, coba kita batasi diri, juga statemen-statemen yang optimistik mengenai hasil Unas, harus dibatasi agar kita tidak over-confidence dan over-estimate, hal itu saya rasa yang kita perlu pahami dan jaga bersama-sama,” pungkasnya.(bov)
|
|