|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
11 April 2007
|
|
JJM Diutus Kunjungi
Camp Pengungsi Myanmar
|
DPR RI berkeinginan untuk ikut menciptakan demokrasi di Myanmar yang dikuasai Junta Militer. Pasalnya, makin hari, pengungsi rakyat Myanmar terus bertambah di kamp-kamp pengungsian, bahkan jumlahnya sudah mencapai 2 jutaan jiwa dan mereka hidup memprihatinkan.
Guna memantau langsung kondisi pengungsi Myanmar yang dikabarkan sangat memprihatinkan, Pemerintah melalui DPR RI mengutus wakilnya meninjau kamp pengungsi terbesar di Asean tersebut, Maret lalu. Anggota legislatif asal Sulut, Jeffrey Johanes Massie (JJM), ter-masuk salah satu tim mewakili Indonesia disamping Joko Susilo dari F-PAN dan Anna Mu’awanah dari F-PKB.
JJM cs memang diundang khusus untuk ikut dalam per-jalanan ke wilayah Mae Sot, perbatasan Thailand dan Myanmar.
‘’Kami ke sana guna menin-jau lokasi penampungan war-ga Myanmar di Thailand yang sampai saat ini sudah ber-jumlah sekitar dua juta orang,’’ ungkap JJM kepada koran ini.
Delegasi Indonesia perlu me-lihat langsung dalam rangka menetapkan kebijakan terha-dap Myanmar, di mana telah terjadi kejahatan kemanu-siaan yang terus menerus. ‘’Yang menarik, dari tujuh etnis utama di Myanmar yang menjadi korban pelanggaran HAM serius, adalah etnis ber-latar belakang Kristen Protes-tan dan Katolik,’’ ungkap JJM yang kerap vokal ketika Indonesia bersikap abstain dalam resolusi Myanmar.
Menurut JJM, sangat disa-yangkan sikap abstain Indo-nesia yang tidak mencermin-kan perjuangan legislatif di forum internasional.
“Barangkali karena Indo-nesia masih memiliki ’hutang’ penyelesaian persoalan HAM di dalam negeri, sehingga pemerintah enggan untuk bersikap tegas dan jelas,” sindirnya.
Padahal kata JJM, melihat pelanggaran HAM yang sudah berlangsung lama di Myanmar dan tidak adanya kemauan politik Myanmar, dia menilai langkah membawa persoalan Myanmar ke DK PBB adalah terobosan paling efektif.
“Kalau hanya membentuk komisi baru yang perannya kurang lebih sama, tidak akan ada bedanya. Walaupun se-cara prosedural tidak tepat, di-bawahnya persoalan Myanmar ke DK PBB bisa memberikan terapi mengejutkan bagi jun-ta,” kata pria yang dielus-elus ke Pilkada Mitra ini.(rik)
|
|