|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
11 April 2007
|
|
Sulut Kebagian Dana
DPM Rp 7,35 Miliar
|
Pemerintah pusat meng-alokasikan anggaran sebesar Rp 231 miliar untuk Dana Penguatan Modal (DPM) di 27 propinsi. Dan dari jumlah tersebut, sebesar Rp 7,35 miliar akan dialokasikan ke Sulut.
Dana tersebut akan dikelola oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) Propinsi Sulut tahun anggaran 2007. Demikian data dari Badan Ketahanan Pangan Propinsi.
Dana itu sendiri terbagai atas DPM untuk gabah dan beras sebesar Rp 1.350.000. 000 dan DPM jagung sebesar Rp 6 miliar. Untuk kegiat-annya direncanakan pada bulan April ini.
Untuk alokasi DPM ke kabupaten dan kota, khusus stabilisasi harga gabah terbesar ke Kabupaten Bol-mong yakni Rp 550 juta, kemudian diikuti oleh Kabu-paten Minahasa dan Kabu-paten Minahasa Selatan yang masing-masing kebagian jatah Rp 400 juta. Untuk DPM beras ini, hanya teralokasi untuk tiga daerah tersebut.
Sementara untuk stabilisasi harga jagung dikucurkan untuk empat daerah masing-masing Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Bolmong, di mana masing-masing daerah menerima alokasi anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.
Dana ini sendiri disalurkan lewat Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Pada dasarnya kita sudah siap melaksanakan program ini,” kata Kepala Bagian Ritel Kanwil BRI Manado, Yossevian.
Sementara itu, Sherpa Ma-nembu, salah seorang pe-ngelola LUEP menyatakan, untuk LUEP yang dianggap berhasil pada tahun sebelum-nya, akan kembali digunakan. Pada tahun 2007 ini.
“Dan ini kredit tanpa bunga dengan pinjaman hingga Rp 200 juta dan pengembalian pada bulan Desember,” kata Manembu.(ami)
|
|