|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
11 April 2007
|
|
Tidak menghargai hari besar agama
Tokoh Agama Sesalkan Tempat Hiburan Beroperasi Saat Sambut Paskah
|
Tokoh Agama Sulut Drs Amin Lasena, kepada Komentar, Selasa (10/04) menyatakan kekecewaan yang mendalam dan menyesalkan tindakan pemilik dan pengelola pub yang tidak lagi menghargai juga menghormati hari besar agama. Hal ini dibuktikan tetap beroperasinya sejumlah pub di Manado saat umat Kristiani menyambut Paskah Yesus Kristus.
“Sangat disayangkan, keru-kunan umat beragama di Su-lut yang sudah lama terbina, harus terusik dengan hal-hal seperti ini. Di mana letak ke-bersamaan antarsesama, jika sikap saling menghormati an-tarsesama sudah mulai me-mudar? Terlebih, sebelumnya sudah ada edaran pemkot ten-tang tidak beroperasinya pub. Tapi kenapa tetap dilanggar?,” kata Lasena penuh tanya.
Dikatakannya, setiap hari besar agama, sudah menjadi kewajiban bagi kita semua sa-ling menghormati. Sebab, ba-gaimanapun juga hari besar agama itu memiliki makna penting bagi masing-masing pemeluknya. “Makanya sua-sana damai, tentram dan aman harus senantiasa kita ciptakan di bumi nyiur melam-bai ini,” ujarnya. Apalagi kata-nya, perayaan Jumat Agung dan Paskah merupakan pera-yaan suci bagi Umat Kristiani. Di mana, pada perayaan ini, Umat Kristiani lebih banyak melakukan kegiatan-kegia-tan yang bermanfaat. Seperti, ke gereja, membaca Alkitab, puasa, serta mengurangi ke-giatan yang bersifat hura-hu-ra. Intinya lebih banyak bersi-fat keprihatinan sosial, ima-nen dan penuh nuansa re-ligius. “Jadi sangat-sangat di-sayangkan jika pada saat Umat Kristen benar-benar khusuk dalam ibadah, di sisi lain tempat hiburan masih beroperasi,” katanya berulang kali sembari menambahkan, untuk itu tentunya harus ada tindakan tegas dan disertai dengan sanksi tehadap pe-langgarnya oleh pemerintah setempat.(aan)
|
|