|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk -Minut |
11 April 2007
|
|
PBB dan PAD Anjlok,
Dewan Ingatkan Pemkab Benahi Kinerja
|
Anjloknya perolehan Pajak Bumi dan Bangunan pada tahun 2006 serta belum tercapainya target rata-rata per triwulan pertama untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadi catatan penting bagi instansi terkait untuk terus memacu kinerja secara maksimal.
Pasalnya, untuk mencapai tar-get pajak maupun PAD, Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispen-da) diharapkan mampu memoti-vasi unit teknis pengelola PAD maupun pemerintah di tingkat kecamatan. Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Minut, Sus M Pange-manan SPd, kepada wartawan, Selasa (10/04) kemarin, mengi-ngatkan pemkab untuk secepat-nya membenahi sistem yang ada.
“Dispenda dalam masalah ini mempunyai peranan penting, yakni sebagai pihak penagih pajak. Yang tentu saja, harus ada kerjasama yang baik dengan pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa. Sebab, roda peme-rintahan ini akan berjalan baik jika Dispenda sebagai instansi penagih pajak dapat melakukan tugasnya secara maksimal. Jadi terkait hal ini, tidak saja terfokus pada wajib pajak sebagai pihak yang berkewajiban membayar, melainkan juga dari sisi peme-rintah yang harus aktif menjem-put bola,” paparnya.
Kondisi ini memang sangat disayangkan. Sebab, dari tahun-tahun ke tahun, kalangan legis-latif selalu memberikan masu-kan agar, pegawai yang ditugas-kan di lingkup Dispenda dapat memperoleh tambahan gaji. Bu-kan itu saja, selain gaji yang di-naikkan, pegawai juga agar ki-nerjanya lebih meningkat dibe-rikan insentif.
“Tetapi meski semua itu sudah dilakukan. Namun dalam kenya-taannya tidak dibarengi dengan hasil kerja yang baik, maka perlu dipertanyakan,” tukasnya kem-bali.
Dispenda, dalam menyikapi persoalan ini, lanjut Sus harus mampu melakukan berbagai terobosan. Antara lain dengan meningkatkan kerjasama de-ngan camat. “Untuk mening-katkan hasil yang maksimal, bisa saja camat-camat yang mampu mencapai target diberikan jasa melalui hitungan prosentase. Nah, dengan insentif jasa inilah semangat bekerja dapat dipacu,” imbuhnya.
Sementara itu, dikatakan Kahumas Pemkab Minut, Ir Ronny Siwi, ketika mengetahui capaian PAD, selang triwulan pertama ini tidak menggem-birakan kembali mengingatkan bahwa bupati, sebelumnya telah menyatakan bahwa hal ini menjadi salah satu penilaian dalam rolling.
“Sebelumnya bupati telah mengingatkan bahwa hasil capaian PAD, menjadi salah satu indikator penilaian kinerja. Karena itu, kepada seluruh unit pengelola PAD kiranya dapat memperhatikan hal ini,” kuncinya.(eda)
|
|