|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
11 April 2007
|
|
Moningka: pembekalan sementara digelar
Pelatihan Khusus Tim Pemantau Independen Unas Dipertanyakan
|
Semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) ternyata menyisakan banyak tanya di kalangan pemerhati pendidikan. Ir Maurits Mantiri misalnya. Pemerhati Pendidikan asal Bitung ini mempertanyakan kompetensi tenaga Tim Pemantau Independen Unas (TPI-Unas).
“Kami mempertanyakan apakah ada pelatihan khusus bagi tenaga TPI-Unas. Sebab selama ini tak pernah tereks-pos kegiatannya. Kami kha-watirkan nantinya saat hari H, TPI-Unas justru terlihat seperti mandor di lapangan,” tegas Pemerhati Pendidikan Sulut Ir Maurits Mantiri, Se-lasa (10/04) kemarin.
Mantiri juga pesimis dengan peran TPI-Unas nanti.
“Pesimis di sini dalam arti, apakah benar mereka diberi-kan pelatihan khusus. Men-jadi tenaga TPI-Unas bukan hanya sekadar mengandalkan mata mengawasi, tetapi ada kode-kode etik yang harus dipahami dan diaplikasikan nanti di lapangan. Kami ragu kompetensi mereka nanti jika tak ada pembekalan sama sekali. Apalagi anggaran yang diplot Badan Nasional Stan-darisasi Pendidikan (BNSP) berkisar Rp 250 juta. Apakah itu mencukupi untuk pelati-han dan kegiatan pemanta-pan?,” tegas Mantiri.
Di sisi lain, Mantiri meng-kritisi jumlah TPI-Unas. “Ke-tidakterlibatannya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) hingga kini belum ada titik terang-nya, sehingga dikhawatirkan tenaga Tim Pemantau Inde-penden Unas (TPI-Unas) bakal tak mencukupi,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua TPI-Unas Sulut, Prof dr BH Mo-ningka ketika dikonfirmasi menyatakan, seluruh anggota TPI-Unas sekarang sedang di-bekali di LPMP Pineleng, “Me-reka sedang digodok di LPMP, yang dipimpin oleh Pembantu Rektor 1 dan 2 dari Unima. Se-gala mekanisme dan kode etik dijabarkan dalam pelatihan tersebut, saat turun lapangan nanti dharapkan mereka su-dah tahu apa yang akan dilaku-kan,” pungkasnya.(irv/bov)
|
|