HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

12 April 2007

“Saya Yakin Pak Kaloh Bisa Membenahi IPDN’’


Dipercayakannya Dr Johanis Kaloh memimpin IPDN oleh pemerintah pusat, disambut gembira Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS). “Syukurlah tuntutan kami telah didengar, dan orang kita yang dipercayakan. Dia (Johanis Kaloh, red) adalah kader terbaik Sulut,’’ ungkap SHS ketika ditelepon koran ini sedang berada di Jakarta, tadi (11/04) malam. 
Gubernur juga melihat, keper-cayaan yang diberikan ini, merupakan kesempatan emas bagi Kaloh untuk merintis karir 
yang lebih cemerlang sebagai birokrat pusat. SHS juga me-ngatakan, telah tepat kebija-kannya yang membuat Kaloh ditarik ke pusat demi pe-ngembangan karir mantan Sekprop Sulut tersebut. 
“Dan saya yakin Pak Kaloh bisa berhasil membenahi dan melakukan perubahan sistem di IPDN,’’ tandas mantan Irjen Depdagri ini. Sedangkan ke-tika ditanyai soal adanya ke-inginan agar IPDN dibubar-kan, SHS menilai sikap itu tidak akan menyelesaikan persoalan. “Membubarkan IPDN tidak tepat. Perlu diketa-hui, ada ribuan putra terbaik yang menimba ilmu di sana. Yang perlu dilakukan seka-rang adalah pembenahan sis-tem saja, agar IPDN benar-benar berubah,’’ kata birokrat yang tercatat dalam buku Who’s Who in the World 2004, karena keberhasilannya menangani Maluku Utara dan Maluku. 
Disebut-sebut SHS adalah sosok yang ikut mengusulkan nama Kaloh untuk menjabat Plt Rektor IPDN. Soal ini, SHS secara merendah mengata-kan, pihaknya hanya membe-rikan dukungan saja, tapi semuanya itu merupakan kebijakan menteri.
Secara terpisah, Rektor IPDN yang dinonaktifkan, I Nyoman Sumaryadi mengaku tidak masalah dinonaktifkan dari jabatannya. Sumaryadi pun siap menjadi dosen. “It’s no problem kalau ini kebija-kan pimpinan,” kata Sumar-yadi di Kampus IPDN, Jalan Jatinangor, Sumedang, Rabu (11/04). “Kan sudah saya ka-takan pegawai negeri sipil itu kalau tidak ditugaskan, ya dicopot. Saya ini guru besar yang diberi kewenangan lebih. Ketika jabatan rektor dicopot tidak menjadi masalah, saya bisa menjadi dosen,” lanjut-nya.
Menariknya, saat Mendagri Ad Interim Widodo AS di Ja-karta mengumumkan Sumar-yadi dinonaktifkan sementara selama dilakukan investigasi kasus kekerasan di IPDN, dirinya mengaku tidak tahu. 
“Saya belum tahu penonakti-fan. Hari ini (kemarin, red) saya mau melapor ke Jakarta menge-nai perkembangan kasus ini. Saya ditelepon Sekjen Depdagri katanya akan membahas pembentukan tim evaluasi interdep. Saya tidak diberitahu tentang penonaktifan,” ujar Sumaryadi yang bergegas masuk ke dalam mobil menuju Jakarta.(rik/zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin