|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
12 April 2007
|
|
KNKT Beber Kronologis
Kecelakaan Garuda GA-200
|
Komisi Nasional Keselama-tan Transportasi (KNKT) akhirnya mengumumkan kronologis kecelakaan pesawat Garuda GA-200 di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Be-rikut ini rilis yang disam-paikan oleh Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, di gedung Departemen Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Ja-karta Pusat, Rabu (11/04) seperti dilansir detik.com.
Hari Rabu (7 Maret 2007), pukul 07.05 WIB, Pesawat Garuda Indonesia rute Ja-karta-Yogyakarta mengalami kecelakaan pada saat men-darat di Bandara Adi Sucipto. Kondisi cuaca pada saat pendaratan dalam keadaan baik, kecepatan angin kurang dari 5 knot, dan jarak pan-dang kurang lebih 5 km.
Kemudian tragedi itu pun terjadi. Pesawat gagal ber-henti dan meluncur sehingga menabrak pagar besi ban-dara. Roda utama pesawat menabrak tanggul dengan ke-cepatan cukup tinggi. Sambil terus meluncur, sayap kanan membentur tanah persawa-han lalu patah. Patahannya terlempar ke arah kiri pesawat sehingga bertumpuk pada sayap kiri.
Tidak pelak lagi, bahan ba-kar yang tertampung di ba-gian sayap tumpah dan me-nyebar ke area persawahan. Pesawat kemudian berhenti di persawahan dengan api yang cepat membesar. Berdasar-kan keterangan pilot Angka-tan Udara (AU) serta beberapa petugas Air Traffic Control (ATC) mengetahui bahwa pe-sawat saat melakukan pen-daratan terlihat masih terlalu tinggi di atas landasan pacu, dalam kecepatan cukup ting-gi, dan tidak dalam kondisi biasanya.
Pesawat turun dengan kondisi kemiringan yang cukup curam dan diketahui bahwa sikap pesawat dalam keadaan tidak stabil atau oleng. Pesawat mendarat pada daerah touch down zone atau kurang lebih 650 meter dari ujung landasan pacu sembilan (menurut perhitu-ngan data Flight Data Recor-der (FDR) kurang lebih 850 meter).
Setelah menyentuh landasan pesawat mengalami bouncing sebanyak dua kali, dan ketika menyentuh landasan untuk yang ketiga kali, pesawat berada di sekitar exit D. Roda pendarat depan patah yang mengaki-batkan pesawat meluncur dengan batang roda pendarat. Hal tersebut mengakibatkan gesekan logam pada landasan yang menimbulkan percikan api pada sisa landasan pacu.(dtc/*)
|
|