|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
12 April 2007
|
|
PLKA Difokuskan pada Produksi Jagung
|
Salah satu cara yang ditem-puh pemerintah propinsi untuk meningkatkan harga komoditi pertanian, perke-bunan, perikanan adalah lewat Pasar Lelang Komoditi Agro (PLKA).
Sebab lewat hajatan yang di-fasilitasi oleh Dinas Perindag Sulut ini, akan terjadi per-temuan antara para pengu-saha sebagai pembeli dengan masyarakat selaku produsen. Di sinilah akan terjadi nego-siasi harga secara langsung antara pengusaha dan petani.
Untuk pelaksanaan PLKA hari ini, menurut Kepala Di-nas Perindag Sulut, Drs Albert Pontoh, akan difokuskan pada komoditi jagung. Sebab selain menjadi komoditi andalan, ju-ga karena produksinya saat ini mencukupi sementara har-ganya berfluktuasi meski per-mintaan terus meningkat.
Dikatakannya, saat ini ada permintaan dari Filipina se-banyak 60.000 ton. “Ini harus kita sikapi secara positif, dan tentu kita berharap nilai jual komoditi ini akan meningkat sehingga bisa berada pada po-sisi harga ekonomis,” katanya kepada wartawan baru-baru ini. “Untuk kualitas pengu-saha Filipina mengisyaratkan kadar air antara 14 hingga 15 persen,” tambah Pontoh.
Lebih lanjut dijelaskannya, Pemkab Minsel telah menyata-kan kesiapannya untuk menye-diakan stok sebanyak 40.000 ton. “Di Minsel akan panen seba-nyak 40.000 ton,” kata Pontoh.
Pada bagian lain, untuk menjamin harga komoditi ja-gung tetap aman bagi petani, maka Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang lewat SK No 93 tahun 2007, telah menetap-kan harga jagung sebesar Rp 1360/ Kg.
Harga tersebut diberlakukan bagi komoditi jagung dengan kadar air 15 persen dan kadar kotor tiga persen. Namun ka-lau kemudian kualitas pro-duksi tidak seperti yang diisyaratkan, maka bisa terjadi negosiasi harga.(ami)
|
|