|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
12 April 2007
|
|
Penyaluran keuangan di Pemkot tak jelas
Tiga Bulan Eselon II-III tak Terima Tambahan Penghasilan
|
Sistem pencairan keuangan di Pemkot seperti tak pernah henti dari sorotan. Setelah selisih uang beras yang belum dibayarkan, kini ada masalah baru. Ternyata sampai triwulan I 2007, para pejabat eselon dua dan tiga di pemkot Manado belum peroleh tunjangan tambahan penghasilan.
Hal ini cukup memprihatinkan, karena mereka kerap bekerja tanpa mengenal hari libur. Khususnya demi mewujudkan impian Pemkot untuk meraih Adipura. Berdasarkan pengakuan salah satu sumber di pemkot. Para pejabat eselon dua dan tiga belum mendapatkan tunjangan tambahan. “Kami hanya memohon kepada Pak Wali. Tolong hak kami ini diselesaikan. Karena boleh dikatakan, kami bekerja sudah tak kenal libur,” ujarnya seraya mewanti-wanti namanya tak dikorankan, Rabu (11/04).
Ditambahkannya, hak tersebut sudah seharusnya dibayarkan. Apalagi sudah diatur dalam undang-undang. “Kami juga mempertanyakan selisih uang beras yang belum ada kepastian kapan realisasinya,” tambah sumber.
Pengakuan dan permohonan tersebut tentu sangat mengejutkan. Karena sejak visi dan misi MKPD 2010 gencar digaungkan, semua SKPD mulai dari dinas, badan dan juga kecamatan diterjunkan untuk mewujudkannya. Malah terlihat makin gencar sejak ada penilaian Adipura. Tampaknya semua daya upaya yang ada di pemkot dikerahkan habis-habisan.
Ini bisa dilihat ketika para pimpinan SKPD dan staf harus masuk ke selokan untuk membersihkan sampah. Bahkan hampir tak mengenal hari libur. Contohnya Sabtu (07/04) di saat umat Kristen sedang bersiap menyambut Paskah, mereka tetap melakukan aksi bersih-bersih. Dan pada Senin (09/04) yang merupakan libur fakultatif, mereka juga dikerahkan membersihkan kawasan Kalimas-Pasar Bersehati di bawah sengatan terik matahari. Ironis, jika kerja keras dari semua SKPD tak diimbangi dengan pemenuhan hak mereka.(win)
|
|