|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
12 April 2007
|
|
PLN Diminta tak Lakukan Pemadaman Saat Unas
|
Mendekati pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) Selasa-Kamis (17-19/04) jajaran dunia pendidikan Sulut meminta agar PT PLN Sulutenggo tak melakukan pemadaman listrik. Pasalnya selang tiga hari pelaksanaan Unas tersebut, ada mata pelajaran yang di-Unas-kan memer-lukan fasilitas listrik.
“Kami sangat mengharap-kan pihak PLN ikut me-nyukseskan Unas. Sebab ada mata pelajaran yang di-Unas-kan membutuhkan sarana audio seperti bahasa Inggris dengan cara listening yang membutuhkan listrik. Jika pakai generator atau genset akan sangat berpengaruh pada audio dan secara lang-sung juga berpengaruh pada siswa nanti,” kata Kadis Diknas Sulut, Drs Alvius Lom-ban MSi kepada Komentar, Rabu (11/04) kemarin.
Menurut Lomban, kesuk-sesan pelaksanaan Unas butuh topangan semua pihak. “Salah satunya dari PLN. Apa-lagi ada iklan-iklan layanan masyarakat dari PLN yang terkait dengan masa depan anak bangsa. Juga waktu pe-laksanaan Unas hanya pagi hari dan memakan waktu 1-3 jam. Jadi besar harapan kami agar saat jam pelaksa-naan Unas nanti tidak ada pe-madaman,” tegasnya.
Dukungan atas permintaan tak dilakukannya pemada-man listrik juga datang dari Musyawarah Kerja Kepala Se-kolah (MKKS) Sekolah Mene-ngah Kejuruan (SMK) Propinsi Sulut. Melalui Wakil Sekre-taris, Dra Aneta Pogalin dan Lidya Ransingin SPd sependa-pat kiranya PLN ikut menyuk-seskan Unas dengan tidak melakukan pemadaman lis-trik selama tiga hari khusus-nya di jam-jam pelaksanaan Unas.
“Kami mendukung apa yang disampaikan Kadis Diknas Sulut, Pak Lomban. Sebab da-lam Unas nanti khusus baha-sa Inggris ada metode Unas listening yang menggunakan audio. Jelas ini erat kaitannya dengan listrik. Kami sangat mengharapkan PLN memban-tu menyukseskan Unas nan-ti,” harap mereka.(irv)
|
|