HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

13 April 2007

Giroth: Jenazah Cliff disuntik formalin atas inisiatif pihak RS
Penyuntik Formalin Disuruh Lexi Giroth


Penyuntikan formalin ke jenazah Cliff Muntu dengan tujuan untuk mengaburkan pemeriksaan tim otopsi, mulai terkuak. Pelakunya telah ditangkap. Namanya Iyeng Supandi, karyawan sebuah yayasan kematian di Bandung. Menariknya, Iyeng yang kini dijadikan tersangka mengaku, penyuntikan itu dilakukannya atas perintah Lexi Giroth, seorang dosen dan pimpinan sebuah fakultas di IPDN. 
Giroth yang adalah salah satu pembina praja asal Sulut, juga disebut-sebut dosen (guru besar) yang menolak ketika jenazah Cliff Muntu hendak di-otopsi. Dalam surat ketera-ngan penolakan otopsi terda-pat tanda tangan Giroth. Lalu apa jawaban Giroth? 
Menurut Dekan Fakultas Ilmu Manajemen Pemerin-tahan ini, surat itu dibuat atas kesepakatan Reskrim Polres Semedang dan lembaga IPDN.
“Itu atas kesepakatan res-krim dan lembaga untuk otop-si itu. Saya juga dapat ini (per-walian) dari pihak keluarga,” kata Giroth membela diri da-lam pernyataannya yang di-lansir detik.com, Kamis (12/04) kemarin.
Namun pernyataannya itu, dibantah ayah Cliff, Noldy Muntu. Noldy mengaku tidak pernah keberatan soal otopsi. Malah menurut Noldy, keluar-ga baru mengetahui Cliff me-ninggal pada Selasa 3 April 2007 pukul 06.00 WIB. “Jam 3 pagi, Lexi menelepon kalau Cliff sakit dan dia baru dalam perjalanan untuk mene-ngoknya,” katanya. Padahal saat itu, Cliff telah meninggal.
Noldy mengaku mendapat telepon dari Kapolres Sume-dang untuk melakukan otopsi pukul 13.00 WIB. “Kami izin-kan karena kami ingin tahu penyebab kematiannya,” ujar-nya. Lalu bagaimana dengan perintah melakukan penyun-tikan formalin terhadap Cliff? Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Giroth, langsung di-bantahnya. 
Dosen senior IPDN ini me-ngatakan, jenazah Cliff disun-tik formalin atas inisiatif pihak rumah sakit agar awet. Hal itu disampaikan dia usai perte-muan antara anggota DPRD Sulut, praja IPDN asal Sulut dan kedua orang tua Cliff di Aula Rektorat IPDN, Jatina-ngor.
“Penjaga kamar mayat bi-lang, waktu itu, sedang du-duk-duduk dengan 5 polisi. Dia bilang, mau diformalin nggak,” cerita Giroth meni-rukan pertanyaan petugas itu. “Lalu saya jawab, apa perlu. Dia menjawab, kalau perjala-nan jauh memang harus. Kalau di kampung saya sih cu-ma pakai kopi saja,” lanjutnya.
Namun menurut Giroth, je-nazah Cliff harus disuntik 5 liter formalin karena akan berada dalam perjalanan selama tiga hari. “Ya, silakan saja,” kata Giroth waktu itu. Akhirnya, setelah diperiksa dan dimandikan, jenazah Cliff pun disuntik formalin. Berarti Anda menyetujui? “Tidak ada alasan untuk menjawab tidak, itu kan medis,” tandasnya.
Dia juga membantah telah membawa formalin untuk di-suntikkan ke tubuh Cliff. “Ti-dak mungkin saya bawa-bawa formalin. Saya tidak memba-wanya,” ketusnya. Sementara itu, pihak polisi mengindika-sikan ada tersangka baru da-lam kasus kematian Cliff Mun-tu, praja IPDN yang tewas di kam-pusnya. Calon tersangka baru itu salah satu petinggi IPDN. 
Sinyalemen tersebut diung-kapkan Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Hotben Gul-tom. “Sore ini (kemarin, red) kita akan memanggilnya untuk di-periksa. Pemeriksaan ke arah ter-sangka,” kata Hotben.(dtc/zal/oan)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin