|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolamania dan Tribun |
13 April 2007
|
|
Hanya Panpel yang jemput
Suporter Kawal Persma Hingga ke Home Base
|
MESKIPUN mengalami penundaan dari jadwal yang sudah direncanakan Pukul 14.00 WITA di Bandara Internasional Samratulangi, Manado namun rombongan Persma Manado tiba dengan selamat, pada Pukul 16.30 WITA.
Tak heran kalau suporter sempat mengeluh akan keterlambatan ini, tetapi para suporter tetap menanti dengan setia tim kebanggannya, yang sudah berjuang pada tur ketiga lanjutan putaran Liga Djarum Indonesia (LDI).
Seperti biasanya, kedatangan rombangan ‘Badai Biru’ hanya disambut para suporter, apalagi manajemen Persma Manado tak kunjung menjemput. Meski sempat timbul tanda tanya dibenak sejumlah suporter, karena manager tim tak menampakkan diri untuk menjemput Persma?
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Drs Jantje Supit dengan bijak mengungkapkan bahwa manager tidak bisa menjemput Persma Manado terkait dengan urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan Ir GSV Lumentut, MSi, MM. “Pak Sekkot lagi ada urusan penting, jadi tak sempat menjemput Persma,” ujar Supit, yang juga Asisten I Pemerintah Kota Manado, berdiplomasi.
Setelah pesawat Lion Air tiba, rombongan Persma bergegas meninggalkan pesawat, nampak raut wajah kecewa menyelimuti para pemain Persma, meskipun kedatangan kali ini membawa poin satu, hasil imbang Persma Manado dengan PSIM Yogyakarta, dan kalah telah 4-0 dari Deltras Sidoarjo.
Tak menunggu lama, seluruh pemain langsung berlalu dan masuk ke bus yang telah menunggu untuk mengantar mereka (pemain, red) kembali home base, Yuta hotel di bilangan jalan Bethesda. Seperti biasa, perjalanan kali ini tanpa pengawalan dari Pol PP dan DLLAJ, namun hanya dikawal sejumlah suporter.
Sementara itu, menurut salah seorang offisial keterlambatan itu bukan disengaja, melainkan karena ada gangguan terhadap Pesawat Garuda yang pecah ban saat landing, membuat penerbangan terganggu. Sehingga rombongan Persma Manado yang menumpang Lion Air juga terlambat, dan belum diperbolehkan terbang setelah permasalahan pesawat Garuda selesai. “Kami sempat panik atas kejadian tersebut, tapi untungnya tak terjadi apa-apa,” kata Official itu.(tr-2)
|
|