|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
13 April 2007
|
|
Gorontalo Ekspor Jagung Sulut
|
Ternyata dugaan selama ini bahwa sebagian besar jagung yang diekspor Propinsi Gorontalo berasal dari Sulut ada benarnya. Sesuai pengakuan Kepala Dinas Pertanian Kabupa-ten Bolmong, Ir Taufik Mokoginta, setiap minggunya terda-pat 15 hingga 20 kontainer jagung Bolmong yang ke Gorontalo.
“Pokoknya 80 persen pro-duksi jagung Bolmong lari ke Gorontalo. Untuk saat ini kita perkirakan produksi jagung se-besar 30 ribu ton. 80 persen dari jumlah tersebut akan di-bawa ke Gorontalo oleh pengu-saha,” kata Taufik.
Larinya produksi jagung ter-sebut, kata Mokoginta, ke-mungkinan besar disebabkan oleh harga yang lebih baik. “Menurut informasi harga pem-belian mereka sebesar Rp 1.400 hingga Rp 1.500. Dan para pe-ngusahanya jemput bola,” ka-tanya di sela-sela pelaksanaan Rakorbang Pertanian di Hotel Quality, Kamis (12/04) kemarin.
Sementara menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peterna-kan Sulut, Ir Herry Rotinsulu, akibat kegiatan tersebut, maka daerah ini dirugikan secara makro. “Secara makro kita rugi sebab ekspornya terjadi di Go-rontalo namun secara mikro, menguntungkan petani karena harga yang tinggi,” tukasnya.
Hanya saja terkait persoalan ini, diklarifikasi oleh pengusaha asal Sulut, H Nasir Arbi. Menurutnya tidak benar kalau jagung itu lari ke Gorontalo. “Itu hanya isu pengusaha saja. Saya juga punya orang di Gorontalo. Harga yang ada di sana hanya Rp 1.000 hingga 1100. Dan kontainer yang dise-butkan itu, bukan ke Goron-talo, tetapi ke Bitung,” tukas-nya.
Sementara itu, terkait pelak-sanaan Rakorbang Pertanian menurut Rotinsulu ditujukan untuk mengevaluasi pelaksa-naan program tahun 2007 dan mempersiapkan program tahun 2008. “Dan yang pasti sejumlah agenda kegiatan di 2007 ini harus dipacu,” kata Rotinsulu didampingi Wakadis J Po-ngantung dan KTU H Makara-wung.(ami)
|
|