|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Hukum dan Kriminal |
13 April 2007
|
|
Kejati mulai fokus ke dana tak terduga Talaud
Pejabat Terkait Bakal Diperiksa Pekan Depan
|
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut terus menseriusi pe-ngusutan kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Talaud. Setelah hampir merampungkan pemeriksaan terhadap dugaan penye-lewengan pembangunan Jalan Moronge-Salibabu dan Salibabu-Bitunuris kini penyidik tampak mulai fokus terhadap kasus dana tak terduga.
Buktinya dalam pekan ini penyidik Edwin Beslar SH te-lah dua kali memeriksa Kadis Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Talaud, Ir Wilson Tine yakni Selasa (10/04) dan Kamis (12/04) kemarin sebagai saksi. Selain itu awal pekan mendatang menurut juru bicara Kajati Sulut, Reinhard Tololiu SH tim penyidik juga akan me-manggil Kepala Bagian (Ka-bag) Keuangan dan beberapa stafnya.
Di waktu yang sama juga sebenarnya telah dijadwalkan pemeriksaan kembali terha-dap Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Talaud, Ir PJ Tu-wongkesong namun oleh yang bersangkutan telah diminta-kan pemeriksaan terhadap-nya dilakukan Rabu (18/04) mendatang. “Pemeriksaan terhadap para pejabat terse-but masih dalam status saksi untuk kasus dana tak terduga namun tidak tertutup ke-mungkinan mereka juga akan dimintakan keterangannya untuk dugaan kasus lain,” ujar Tololiu.
Ditambahkan Tololiu, Kejati tetap akan menuntaskan ka-sus-kasus Talaud seperti in-struksi dan pernyataan Kajati Sulut, Sugiharto Reksoperto-mo SH MH selama ini. “Pak Kajati berdasarkan temuan dan penyidikan yang dilaku-kan meyakini ada pihak yang sangat bertanggung jawab da-lam kasus ini baik itu pejabat pemerintah maupun rekanan,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut informasi yang di-peroleh berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Ke-jati Sulut, penyelewengan dana tak terduga yang teralokasi dalam APBD tahun 2004-2005 tersebut terlihat dari pengguna-an yang tidak sesuai peruntuk-an. Selain itu ada alokasi untuk bencana alam yang ternyata fiktif. “Tidak ada bencana tapi ada uang keluar dan tercatat untuk bencana. Jadi, mereka seperti meminta-minta ada bencana terjadi di Talaud,” tu-kas sumber yang turut mela-porkan kasus tersebut.(gra)
|
|