|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
13 April 2007
|
|
Forkompak: Hilangkan Kekerasan di IPDN
|
Menyikapi pola penerapan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang tidak lepas dari tindak kekerasan, dan berujung pada kematian sejumlah praja, Forum Komunikasi Pemuda Kristen Sulawesi Utara (Forkompak Sulut) melalui Ketua Umum Pnt Ir Moody Rondonuwu MT menyatakan menolak keras tindak kekerasan di IPDN.
Dalam pernyataan sikapnya yang tertuang melalui relese, Kamis (12/04) Forkompak Sulut menyatakan beberapa hal. Di antaranya, menolak segala bentuk kekerasan dan diskrimi-nasi di Indonesia, serta meminta pemerintah segera menindak te-gas segala bentuk kekerasan dan diskriminatif yang terjadi di negara kita saat ini.
Selanjutnya, mendukung upa-ya-upaya yang dilakukan pe-merintah, dalam hal ini Presiden SBY untuk segera menerapkan sangsi kepada kepada para pe-laku kekerasan, dan langkah-langkah konkrit dalam menye-lesaikan kasus kekerasan. Ter-lebih, saat ini terungkap dalam mayat Cliff telah ditemukan suntikan formalin yang sengaja dilakukan untuk menghilang-kan jejak, dan dilakukan oleh orang dalam sendiri.
Poin lain, Forkompak Sulut mendukung pemerintah Sulut, dalam hal ini Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang untuk se-gera mengusut tuntas kasus ke-kerasan di IPDN, khususnya pe-ristiwa kematian praja Cliff Mun-tu, serta upaya konkrit pemprop dalam memeditasi keluarga korban.
Akal peristiwa ini, Forkompak mengajak masyarakat Indone-sia, khususnya warga Sulut un-tuk tetap bersama-sama men-jaga dan memelihara keutuhan hidup sebagai makhluk ciptaan Tuhan, saling mengasihi, meng-hormati dalam kasih persauda-raan yang tulus. Dan mengim-bau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta keru-kunan.(aan)
|
|